![]() |
| SKEP ESPAS Indonesia Saat Melakukan Foto Bersama Wakil Bupati Lombok Timur Ir.H.Edwin Hadiwijaya. |
Mataram – SKEP ESPAS Indonesia yang kini resmi menjadi anggota ke-117 Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) turun langsung ke Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk mempercepat pembangunan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ketua DPD ESPAS NTB, Hj. Farida Ahmadi, menjelaskan bahwa kegiatan pendampingan telah berlangsung selama beberapa hari.
“Acara sudah berlangsung dari tanggal 21–25 Januari 2026,” katanya kepada media ini di Mataram. Jum'at, (6/2/2026).
Ia menambahkan, pihaknya berharap kehadiran SKEP ESPAS Indonesia dapat memperlancar proses pembangunan dapur MBG di NTB. Selain juga berharap pengajuan dapur umum baru di NTB bisa segera di proses supaya bisa segera beroperasi untuk cepat di salurkan ke penerima manfaat.
Sebelumnya, Ketua Umum ESPAS Indonesia, Hj. Dewi Herawati, bersama mitra dapur MBG dari pusat, telah melakukan kunjungan ke Pulau Lombok guna membantu Dewan Pimpinan Daerah (DPD) ESPAS NTB menyiapkan dapur layanan gizi tersebut.
Hj. Dewi Herawati berharap proses administrasi dan validasi dapur MBG segera rampung.
“Kami berharap semoga cepat centang biru atau proses validasinya selesai karena banyak sekali yang akan dilibatkan petani peternak nelayan dan pelaku umkm untuk pemasok bahan makanan MBG dan banyak menyerap relawan,” ujarnya.
Menurutnya, percepatan itu penting agar manfaat program bisa segera dirasakan masyarakat luas. Kedatangan rombongan pusat didampingi langsung oleh Ketua DPD ESPAS NTB, Hj. Farida Ahmadi.
Kehadiran mereka sekaligus memastikan kesiapan daerah dalam membangun ekosistem dapur MBG yang melibatkan berbagai sektor ekonomi lokal.
Ketua Umum ESPAS Indonesia memaparkan sejumlah program kerja organisasinya, yakni bergerak di bidang ekonomi kerakyatan dengan memajukan UMKM nasional, menciptakan peluang usaha dan mencetak wirausaha baru; bidang ketenagakerjaan; pertanian; peternakan; kelautan dan perikanan; serta kesehatan.
“Ke enam program kerja Espas Indonesia tersebut sudah berjalan dan Alhamdulillah ada di dlm program MBG,” kata Hj. Herawati.
Ia menegaskan program MBG pemerintah sangat selaras dengan enam program ESPAS karena merangkul berbagai sektor. Menurutnya, MBG mengajak UMKM bergabung dengan memasukkan produk seperti dimsum, aneka kue, susu, dan olahan pepes ke dalam menu.
Selain itu, MBG membantu petani, peternak, dan nelayan sebagai pemasok bahan dapur dengan pembelian langsung sehingga memotong mata rantai tengkulak.
Lebih lanjut, Hj. Herawati menjelaskan setiap satu dapur MBG mempekerjakan 47 karyawan, dan saat ini telah berdiri lebih dari 20 ribu dapur yang menyerap ratusan ribu tenaga kerja.
Program ini juga membantu perbankan melalui penyaluran kredit modal pembangunan dapur, menciptakan pengusaha baru sebagai pemilik dapur atau SPPG, serta menyediakan makanan bergizi bagi anak-anak karena setiap dapur didampingi ahli gizi profesional.
“Atas dasar itu kami Espas Indonesia DPD NTB dengan ketuanya Ibu Ida sangat mendukung dan bergerak untuk membantu pembangunan dapur MBG di NTB supaya semakin banyak berdiri terutama di daerah-daerah pelosok yang ternyata masih banyak belum terjangkau ke penerima manfaat,” ujarnya.
Ketua DPD ESPAS NTB, Hj. Farida Ahmadi, menjelaskan kegiatan pendampingan telah berlangsung selama beberapa hari.
“Acara sudah berlangsung dari tanggal 21–25 Januari 2025,” katanya.
Ia menambahkan, pihaknya berharap kehadiran SKEP ESPAS Indonesia dapat memperlancar proses pembangunan dapur MBG di NTB. Selain juga berharap pengajuan dapur umum baru di NTB bisa segera di proses supaya bisa segera beroperasi untuk cepat di salurkan ke penerima manfaat. (DN)
