DurasiNTB

Lugas & Fakta

Iklan

terkini

Dari Birokrasi ke Musik, Achsan Nasirul Huda Jalani MPP dengan Nada Pengabdian.

Sunday, February 1, 2026, February 01, 2026 WIB Last Updated 2026-02-01T22:56:58Z

 

drh.H.Achsan NH.

Lombok Timur - Mulai Senin ini, Drh. H. Achsan Nasirul Huda resmi memasuki Masa Persiapan Pensiun (MPP) dari jabatannya sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Sosok birokrat senior tersebut kini menjalani hari-harinya di MPP (Mall Pelayanan Publik), menandai babak baru pengabdiannya setelah menuntaskan perjalanan panjang di pemerintahan.


Di balik karier birokrasi yang mentereng, Achsan dikenal luas sebagai seniman musik yang piawai memainkan berbagai alat musik, mulai dari keyboard, harmonika blues, banjo, gitar melodi keroncong, cukulele, hingga bas. 


Ia juga aktif menciptakan lagu pop berbahasa Indonesia maupun Sasak, bahkan beberapa karyanya pernah diikutsertakan dalam lomba cipta lagu. Mengisi waktu senggang atau liburan, ia kerap menyambangi kafe-kafe di Kota Selong dan sekitarnya yang menghadirkan live music, sekaligus ikut tampil menghibur.


 “Dengan irama harmonika blues andalan saya, biasanya membawakan lagu-lagu pop dan blues country seperti Iwan Fals, CCR, juga Rod Stewart. Kehadiran saya di sana selain menyalurkan hobi bermusik juga ikut mendukung kegiatan UMKM berupa kafe yang menjual makanan ringan di Kota Selong, khususnya di malam Minggu,” ujar Achsan. 


Bahkan, ia kerap dijuluki “The Legend” oleh anak-anak band kafe setiap kali tampil. “Dan ini mengingatkan saya sewaktu kuliah di Bali, disibukkan juga dengan kontrak bermain musik country di hotel dan restoran di Kuta, Sanur, dan Jimbaran. Waktu itu saya pegang banjo dan harmonika,” tuturnya.


Di lingkungan kerja, Achsan dikenal sebagai pemimpin yang dekat dengan bawahan. Farid Wajdi, salah seorang staf DPMPTSP, menilai Achsan sebagai figur yang cepat akrab dengan pegawai. 


“Achsan adalah sosok kepala dinas yang dekat sekali dengan anak buahnya dan hafal nama-nama mereka serta kebiasaannya, padahal beliau waktu itu belum sebulan di sini,” ungkapnya.


 Ia juga menambahkan bahwa Achsan tidak membedakan pejabat, pegawai, maupun honorer dalam pergaulan. “Bahkan teman ngobrol dekatnya adalah sopir pribadinya pada saat tugas dinas. Dan kebiasaan beliau saat apel selalu memberi pertanyaan dengan hadiah saweran,” katanya.


Selama berkarier di birokrasi, Achsan telah mengemban berbagai jabatan strategis, di antaranya Kepala Dinas Peternakan, Staf Ahli Perekonomian, Asisten Pemerintahan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, hingga terakhir sebagai Kepala DPMPTSP. Namun, ada satu tugas yang paling berkesan baginya. 


“Jabatan yang paling berkesan adalah saat saya ditugaskan sebagai Ketua Harian Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Lombok Timur. Banyak prestasi yang diraih selama menjabat sebagai kadis, tapi itu menjadi kado terindah dalam pengabdian untuk masyarakat Lombok Timur,” ujarnya.


Memasuki masa persiapan pensiun, Achsan telah menyiapkan rencana baru, ia bertekad berbagi dengan sesama melalui musik.


“Saya fokus untuk pemulihan kesehatan saya dulu. Setelah itu, ia bertekad tetap berbagi melalui musik. “Setelah itu saya ingin membuka kursus musik gratis bagi siapa saja yang berminat,” tambahnya.


Sembari menegaskan bahwa semangat pengabdian akan terus ia lanjutkan, meski tak lagi berada di balik meja birokrasi. (Ach).

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Dari Birokrasi ke Musik, Achsan Nasirul Huda Jalani MPP dengan Nada Pengabdian.

Terkini