![]() |
| Drs.H.Muhammad Kamli, Ketua Baznas Lombok Timur. |
Lombok Timur — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lombok Timur memastikan penyaluran dana Zakat, Infak, Sedekah (ZIS) dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) pada Februari 2026 akan difokuskan pada bantuan bersifat karitatif dan kedaruratan. Distribusi bantuan tersebut mencakup empat bidang utama, yakni pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, serta dakwah dan advokasi.
Ketua BAZNAS Lombok Timur, Muhammad Kamli, menyampaikan bahwa pada awal tahun ini pihaknya memprioritaskan penyaluran untuk kebutuhan yang bersifat emergensi atau mendesak. Kebijakan tersebut diambil agar bantuan dapat langsung dirasakan masyarakat yang membutuhkan penanganan cepat.
Muhammad Kamli menerangkan, BAZNAS memprioritaskan penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) terhadap masyarakat yang mengalami sakit serta kondisi yang membutuhkan bantuan segera.
Menurutnya, sektor kesehatan menjadi perhatian utama karena banyak warga yang memerlukan dukungan biaya pengobatan.
“Untuk awal tahun ini kita akan terfokus penyalurannya terhadap masyarakat yang mengalami sakit, baik sakitnya di rumah sakit, di puskesmas, ataupun masyarakat yang mengalami rawat di rumahnya sendiri,” terang Kamli kepada media DurasiNTB belum lama ini.
Selain itu, bantuan yang bersifat darurat atau emergensi tetap disalurkan dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran yang tersedia. Pihak BAZNAS mengakui adanya keterbatasan dana sehingga pendistribusian harus disesuaikan dengan skala prioritas, meskipun lembaga tersebut menginginkan pemerataan bantuan bagi seluruh masyarakat yang membutuhkan.
“Saat ini kami masih dalam proses perencanaan dan semuanya akan diusahakan sesuai kondisi keuangan yang ada,” tandasnya.
Melalui upaya tersebut, BAZNAS berharap penyaluran ZIS dan DSKL dapat tepat sasaran serta memberikan manfaat maksimal bagi warga Lombok Timur yang menghadapi kondisi darurat. (DN)
