
Kepala Dinas Peternakan dan Keswan Kab.Lombok Timur Ir.H.Masyhur di Dampingi Kabid Keswan dan Macet drh.Hultatang Saat Memberikan Penjelasan Di Ruang Rapat Bupati. Kamis, (6/8).
Lombok Timur - Pemerintah Kabupaten Lombok Timur terus memperkuat komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui berbagai program pembiayaan inklusif, perlindungan sektor peternakan, serta peningkatan literasi dan inklusi keuangan.
Berbagai program tersebut telah memberikan manfaat nyata bagi peternak, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga kalangan pelajar.
Komitmen tersebut dipaparkan dalam presentasi capaian Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD) Lombok Timur pada ajang penilaian TPKAD Award 2026 di hadapan Tim Penilai Utama (TPU) dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Bupati Lombok Timur, Kamis (6/8).
Kepala Dinas (Kadis) Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lombok Timur, Ir. H. Masyhur, SP., didampingi Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner, drh. Hultatang, menjelaskan bahwa pemerintah daerah terus memperkuat perlindungan terhadap komoditas peternakan melalui pendampingan teknis, layanan kesehatan hewan, hingga program asuransi ternak. Langkah tersebut bertujuan menjaga keberlanjutan usaha sekaligus meningkatkan populasi ternak unggas maupun ruminansia.
"Fokus kami adalah keberlanjutan dan kepastian usaha bagi para peternak. Pendekatan kami dilakukan secara komprehensif, mulai dari pola pemeliharaan hingga penanganan kesehatan hewan. Untuk ayam pedaging, populasi di Lombok Timur mampu mencapai hampir 15 juta ekor per tahun dengan pola produksi yang berkelanjutan," ujar Masyhur.
Ia juga mengapresiasi sinergi yang terjalin antara pemerintah daerah dengan lembaga keuangan, khususnya BRI, dalam memperluas akses pembiayaan bagi peternak. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat ekosistem peternakan di Lombok Timur.
"Harapan utama kami adalah keberlanjutan usaha peternak. Kami siap mendampingi mulai dari proses budidaya, pemeliharaan, hingga pemasaran hasil ternak agar usaha mereka semakin berkembang," tambahnya.
Manfaat program pembiayaan daerah juga dirasakan pelaku UMKM di kawasan Taman Rinjani Selong. Melalui fasilitasi akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan pembiayaan dari lembaga keuangan seperti Pegadaian, pelaku usaha yang sebelumnya kesulitan memperoleh modal kini dapat mengembangkan usahanya.
Salah seorang pelaku UMKM, Miska, mengaku memperoleh pinjaman modal sebesar Rp10 juta melalui Pegadaian yang difasilitasi pemerintah daerah. Dana tersebut digunakan untuk membeli peralatan usaha kuliner sehingga mampu meningkatkan kapasitas usahanya.
"Dulu kami sangat sulit mendapatkan pinjaman modal usaha. Alhamdulillah sekarang saya mendapat pinjaman Rp10 juta yang digunakan untuk membeli peralatan jualan soto, bakso, dan nasi goreng. Usaha kami kini semakin berkembang," katanya.
Menurutnya, kemudahan akses pembiayaan menjadi dorongan besar bagi pelaku usaha kecil untuk meningkatkan pendapatan. Ia berharap program bantuan permodalan dan KUR terus dilanjutkan agar semakin banyak masyarakat yang memperoleh kesempatan mengembangkan usaha.
Selain sektor peternakan dan UMKM, penguatan akses keuangan juga menyasar dunia pendidikan melalui Program Satu Rekening Satu Pelajar (Kejar) yang dijalankan bekerja sama dengan BRI.
Program tersebut tidak hanya mempermudah penyaluran bantuan pendidikan seperti Program Indonesia Pintar (PIP), tetapi juga membangun budaya menabung sejak usia dini.
Perwakilan SMPN 1 Selong menyatakan program Kejar memberikan dampak positif bagi siswa karena mendorong literasi keuangan sekaligus membiasakan peserta didik mengelola keuangan secara mandiri.
"Program Kejar sangat bermanfaat untuk membangun budaya menabung sejak usia sekolah. Kami berharap pihak perbankan terus melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah agar capaian inklusi keuangan pelajar semakin meningkat," ujarnya.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, lembaga jasa keuangan, dunia pendidikan, dan masyarakat, Pemkab Lombok Timur optimistis berbagai program yang dijalankan melalui TPKAD mampu memperluas akses keuangan, memperkuat sektor produktif, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan. (*)