DurasiNTB

Lugas & Fakta

Iklan

terkini

Sekda Lotim Hadiri Peluncuran Program Desa Berdaya di NTB Oleh OJK di Lendang Nangka Utara.

Thursday, July 30, 2026, July 30, 2026 WIB Last Updated 2026-07-30T09:30:06Z

 

Photo Bersama Sekda Provinsi Nusa Tenggara Barat, Sekda Lotim, Kepala OJK NTB dan Jajaran di Desa Lendang Nangka. Kamis, (30/7).

Lombok Timur - Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Timur (Lotim) Provinsi Nusa Tenggara Barat Dr.H. Muhammad Juaini Taofik menghadiri penyerahan dukungan Program Peningkatan Kesejahteraan Keuangan Masyarakat melalui Desa Berdaya Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang digelar di halaman Kantor Desa Lendang Nangka Utara, Kecamatan Masbagik, Kamis (30/7). 


Program tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Provinsi NTB, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pemerintah kabupaten, pemerintah desa, serta sejumlah mitra strategis untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan masyarakat.


Mewakili Gubernur NTB, Sekretaris Daerah Provinsi NTB Abul Chair menegaskan bahwa seluruh program pembangunan daerah pada akhirnya bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan.


 "Ujung dari seluruh ikhtiar yang kita lakukan adalah kesejahteraan masyarakat. Ini yang menjadi cita-cita kita bersama dan alasan utama kita hadir di sini. Pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten meletakkan fondasinya, para mitra membagikan ilmunya, dan kepala desa bersama masyarakat yang melaksanakannya. Kombinasi inilah yang menjadi bangunan kokoh bagi kemajuan daerah," ujar Abul Chair.


Ia mengapresiasi dukungan para mitra yang tidak hanya memberikan bantuan permodalan, tetapi juga membekali masyarakat dengan edukasi mengenai literasi keuangan. Menurutnya, pemahaman dalam mengelola modal usaha menjadi faktor penting agar masyarakat mampu meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan.


Abul Chair juga mengingatkan masyarakat agar memanfaatkan pendampingan yang diberikan sekaligus mewaspadai berbagai bentuk kejahatan keuangan, seperti investasi bodong dan pinjaman online ilegal.


 "Mari manfaatkan kesempatan ini. Jangan mudah tergiur investasi bodong atau pinjaman online ilegal yang justru akan menyulitkan ekonomi keluarga. Gunakan lembaga keuangan yang aman, resmi, dan bermanfaat. Jika dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat terus berkolaborasi, saya yakin Lendang Nangka tidak hanya menjadi desa yang maju, tetapi juga desa berdaya yang memberi manfaat luas," tegasnya.


Pada kesempatan yang sama, Kepala OJK Provinsi NTB Rudi Sulistyo menegaskan komitmen OJK dalam mendukung percepatan kesejahteraan masyarakat desa melalui Program Desa Berdaya. Program tersebut menyasar empat desa prioritas di NTB, yakni Desa Lendang Nangka Utara, Desa Mangkung, Desa Buwun Mas, dan Desa Mekar Sari.


Menurut Rudi, keterlibatan OJK merupakan bagian dari pelaksanaan fungsi perlindungan konsumen, pemberdayaan masyarakat, serta peningkatan literasi dan inklusi keuangan. Ia mengatakan program tersebut merupakan tindak lanjut arahan Gubernur NTB untuk menghadirkan pendampingan yang berkelanjutan di desa.


"Kami bersinergi dengan rekan-rekan dari OJK Pusat dengan harapan dapat memberikan dukungan maksimal pada program Desa Berdaya di empat desa fokus kami. Ini merupakan arahan langsung dari Bapak Gubernur sejak awal tahun lalu, dan kami menindaklanjutinya dengan memfasilitasi pendampingan di lapangan," kata Rudi.


Rudi mengungkapkan tingkat literasi keuangan masyarakat saat ini telah mencapai 66 persen. OJK menargetkan angka literasi dan inklusi keuangan di NTB terus meningkat hingga mendekati 90 persen melalui berbagai program edukasi dan pendampingan yang berkelanjutan.


Rangkaian kegiatan juga diisi dengan penandatanganan kerja sama keagenan antara perbankan syariah dan pendamping desa, dilanjutkan kesepakatan antara Pemerintah Desa Lendang Nangka Utara dengan pihak off taker sebagai pembeli hasil usaha masyarakat. Selain itu, perwakilan penerima manfaat dari empat desa sasaran menandatangani Pakta Integritas sebagai bentuk komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas pengelolaan bantuan.


Sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ekonomi masyarakat dan percepatan digitalisasi keuangan, sejumlah lembaga keuangan bersama mitra strategis menyerahkan bantuan modal usaha, buku tabungan, serta fasilitas transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) secara simbolis. Bantuan tersebut diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal sekaligus mendorong transaksi digital yang aman, inklusif, dan berkelanjutan. (*)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Sekda Lotim Hadiri Peluncuran Program Desa Berdaya di NTB Oleh OJK di Lendang Nangka Utara.

Terkini