DurasiNTB

Lugas & Fakta

Iklan

terkini

Dari Zona Hitam ke 29 Kasus, Sakra Selatan Wakili NTB dalam Penilaian Berkinerja Baik 2026.

Monday, September 14, 2026, September 14, 2026 WIB Last Updated 2026-09-15T05:38:45Z
Foto Bersama Wakil Bupati Lombok Timur H.Edwin Hadiwijaya Dan Kepala Desa Sakra Selatan Lalu Burhan dan Sejumlah Pejabat Terkait di Ballroom Kantor Bupati pada Senin, (15/9)


LOMBOK TIMUR — Desa Sakra Selatan, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur, mewakili Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam Penilaian Desa Berkinerja Baik Tahun 2026 terkait Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting.


Tahapan penilaian berlanjut pada proses wawancara yang digelar secara virtual, Selasa (15/9/2026), setelah sebelumnya dilakukan pemeriksaan dokumen. Tim penilai berasal dari sejumlah unsur pemerintah pusat, mulai dari Sekretariat Presiden hingga Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT).


Wawancara tersebut diikuti Kepala Desa Sakra Selatan Lalu Burhan bersama jajaran pemerintah desa. Hadir pula Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya selaku Ketua Tim Percepatan Pencegahan Penurunan Stunting (TP3S), didampingi Kepala Bappeda, Kepala DP3AKB, Pendamping Keluarga, PLKB, hingga unsur PKK.


Dalam kesempatan tersebut, Wabup H. Moh. Edwin Hadiwijaya menyampaikan apresiasi kepada Kepala Desa dan seluruh jajaran pemerintah Desa Sakra Selatan, serta masyarakat yang dinilai telah berkontribusi dalam upaya pencegahan dan penurunan stunting.


Dengan jumlah penduduk mencapai 8.435 jiwa, Wabup bahkan memproyeksikan Sakra Selatan sebagai Desa Cinta Statistik (Desa Cantik). Menurutnya, keberadaan data yang akurat menjadi bagian penting dalam menentukan kebijakan dan menyusun perencanaan pembangunan.


Ia juga menilai keberhasilan Sakra Selatan dalam konvergensi penanganan stunting tidak terlepas dari kerja bersama seluruh komponen. Pemerintah desa, masyarakat, kader, maupun berbagai pihak terkait dinilai telah bekerja keras secara terpadu dalam menekan kasus stunting.


Apresiasi juga disampaikan Direktur Pengembangan Sosial Budaya dan Lingkungan Desa dan Perdesaan (PSBLDP) Kemendes PDT, Andrey Iksan Lubis. Ia mengapresiasi kinerja Pemerintah Desa Sakra Selatan bersama masyarakat dan berharap Lombok Timur dapat memiliki lebih banyak desa yang mampu menunjukkan kinerja serupa.


Menurut Andrey, selain inovasi dan berbagai program yang dijalankan, tingginya partisipasi masyarakat menjadi salah satu modal penting dalam pembangunan desa, termasuk dalam upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting.


Kinerja tersebut diperkuat melalui sejumlah inovasi desa, di antaranya Gerakan Tolak Merarik Kodek (Getak Mako) dan Percepatan Naikkan Gizi Keluargaku (Pangku). Program tersebut juga didukung Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) dari pemerintah kabupaten melalui pendampingan OPD dan BUMD. Desa Sakra Selatan juga menjalin kemitraan dengan SPPG Lombok Timur Sakra 3.


Dari sisi dukungan anggaran, Pemerintah Desa Sakra Selatan mengalokasikan sekitar 40 persen APBDes atau senilai lebih dari Rp460 juta untuk mendukung berbagai program terkait. Anggaran tersebut antara lain digunakan untuk memberikan insentif bagi Kader Pembangunan Manusia (KPM) dan kader Posyandu.


Upaya tersebut turut berdampak pada penurunan kasus stunting. Sakra Selatan yang sebelumnya berada di zona hitam dengan jumlah kasus mencapai 63 orang pada 2024, berhasil menurunkannya menjadi 42 kasus pada 2025. Sementara hingga triwulan III 2026, jumlah kasus kembali turun menjadi 29 orang.


Capaian tersebut menjadi salah satu modal penting Desa Sakra Selatan dalam mengikuti Penilaian Desa Berkinerja Baik Tahun 2026 sekaligus membawa nama Kabupaten Lombok Timur dan Provinsi NTB dalam penilaian tingkat nasional. (*)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Dari Zona Hitam ke 29 Kasus, Sakra Selatan Wakili NTB dalam Penilaian Berkinerja Baik 2026.

Terkini

Topik Populer