![]() |
| Gubernur Lalu Muhammad Iqbal Saat Memberikan Santunan Di Masjid Al-Wildan Internasional Islamic School 24 Mataram. (14/2/2026). |
Mataram, Sabtu 14 Februari 2026 – Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhamad Iqbal meresmikan Masjid Al-Amir yang berlokasi di Kompleks Al-Wildan International Islamic School 24 Mataram. Peresmian tersebut menjadi momentum istimewa menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H, sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi civitas akademika dan masyarakat sekitar.
Kawasan pendidikan terpadu Al-Wildan sebelumnya telah diluncurkan pada 2 Mei 2024. Pembangunan Masjid Al-Amir sendiri dimulai pada 24 Mei 2025 yang ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Gubernur Iqbal. Sesuai komitmen yang disampaikan saat itu, masjid tersebut berhasil diselesaikan dan diresmikan sebelum Ramadhan.
Proses pembangunan masjid berlangsung selama delapan bulan dua puluh hari. Seluruh pembiayaan pembangunan merupakan kontribusi Ketua Dewan Pembina Yayasan Metro Insan Pendidikan, Haji Farid Amir. Waktu pengerjaan yang relatif singkat dinilai sebagai bukti kesungguhan, kerja keras, serta kolaborasi seluruh pihak yang terlibat.
Dalam sambutannya, Gubernur Iqbal mengungkapkan rasa syukur atas kesehatan dan kesempatan untuk hadir dalam momen bersejarah tersebut. Ia juga menegaskan pentingnya menjaga komitmen dan amanah dalam setiap pekerjaan. “Jangan sekali-kali berhutang pada kontraktor, pasti tidak pernah akan dilupakan. Janji itu adalah utang,” tegasnya, mengutip pepatah Sasak.
Ia menambahkan, nama Masjid Al-Amir memiliki makna istimewa sehingga menjadi alasan kuat kehadiran para pimpinan daerah dan tokoh NTB dalam peresmian itu. “Karena nama masjidnya Al-Amir, maka Gubernur harus datang, Wali Kota harus datang. Alhamdulillah hampir semua tokoh penting NTB hadir untuk meresmikan Masjid ini,” ujarnya.
Gubernur juga menyebut pembangunan Masjid Al-Amir sebagai salah satu yang tercepat, meskipun menurutnya hal tersebut bukan sesuatu yang baru bagi kontraktor yang telah berpengalaman. Ia berharap masjid ini mampu melahirkan pemimpin-pemimpin hebat yang membawa masyarakat menuju kemajuan.
“Semoga Masjid ini tidak hanya menjadi bangunan fisik, tetapi juga menjadi pusat ibadah, pusat pendidikan, pusat dakwah, dan pusat pembinaan umat yang membawa keberkahan bagi masyarakat sekitar,” tutupnya.
Sementara itu, Presiden Direktur dan Pendiri Al-Wildan International Islamic School, Abdurrahim Al-Basyir, menyampaikan apresiasi mendalam kepada keluarga besar Haji Farid Amir atas kontribusinya dalam pembangunan masjid tersebut. “Apa yang telah dilakukan bukan sekadar membangun fisik bangunan, tetapi membangun peradaban dan generasi,” ungkapnya.
Ia berharap setiap langkah, tenaga, pikiran, dan kontribusi yang dicurahkan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir. Dengan berdirinya Masjid Al-Amir, peran Al-Wildan diharapkan semakin kokoh sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya mencetak generasi unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter, beriman, dan berakhlak mulia. (SR)
