Home
/ Ekonomi
/ Headline
/ Lombok Timur
/ NTB
Pemkab Lotim Perluas Jaminan Sosial untuk 1.087 Guru Ngaji, Marbot hingga Ketua RT.
.
![]() |
| Bupati Lombok Timur H.Haerul Warisin Saat Menghadiri Penandatanganan SK Penerima Bantuan Iuran Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Di Dampingi Ketua Baznas Lotim di Kantor Bupati. Jum'at, (14/8). |
LOMBOK TIMUR – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur memperluas jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja rentan, mulai dari guru ngaji, marbot, ketua RT hingga kepala lingkungan. Program tersebut kini telah menjangkau 14 kecamatan dan ditargetkan mencakup seluruh 21 kecamatan.
Hal itu ditegaskan Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin saat menghadiri penandatanganan Surat Keputusan Penerima Bantuan Iuran Kepesertaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan melalui dana zakat Tahun Anggaran 2026, Jum'at (14/8). Pada tahap awal, sebanyak 1.087 orang telah terdaftar sebagai penerima manfaat.
Bupati mengatakan perlindungan tersebut diberikan karena guru ngaji, marbot, ketua RT dan kepala lingkungan memiliki peran penting yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Namun, sebagian besar mereka belum memiliki jaminan sosial yang memadai meski menjalankan tugas yang vital dan memiliki risiko dalam pengabdiannya.
“Mungkin kalau kita menghitung di NTB jumlah marbot yang paling banyak pasti Lotim. Inilah yang menjadi perhatian pemerintah. Marbot adalah petugas yang melayani masyarakat. Kemudian guru ngaji juga membantu pemerintah dalam menjaga dan memberikan ilmu pengetahuan kepada generasi anak didik,” ujar Haerul Warisin.
Menurutnya, keterbatasan insentif serta tidak adanya dana pensiun bagi para pekerja tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah memperluas perlindungan sosial. Jaminan BPJS Ketenagakerjaan diharapkan dapat memberikan santunan kepada ahli waris ketika peserta meninggal dunia.
“Kalau misalnya sekarang marbot, berapa sih gaji marbot, upah yang diambil oleh marbot itu. Ketika dia meninggal dunia itu tidak ada gaji pensiunnya. Makanya inilah jadi gaji pensiunnya,” katanya.
Sementara itu, Ketua Baznas Lombok Timur H. Muhammad Kamli melaporkan, dari 1.087 penerima manfaat tersebut terdiri atas 664 guru ngaji, 124 marbot serta puluhan ketua RT dan kepala lingkungan. Program tahap pertama mencakup 14 kecamatan, sedangkan tujuh kecamatan lainnya masih dalam proses validasi data.
Baznas juga telah memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 1.200 guru madrasah honorer murni dengan masa kerja 10 hingga 35 tahun.
Kamli menegaskan Baznas berkomitmen mendukung percepatan penanganan kemiskinan ekstrem melalui pemanfaatan data desil 1 dan desil 5. Ia berharap program tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat yang telah lama mengabdikan diri.
Pada kesempatan itu, Bupati bersama Ketua Baznas dan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Lombok Timur menyerahkan kartu BPJS Ketenagakerjaan secara simbolis kepada penerima manfaat. Bupati juga mengajak masyarakat aktif mengikuti pendataan Perlindungan Sosial (Perlinsos) di desa atau kelurahan agar program pemerintah semakin tepat sasaran.