![]() |
| Sekretaris Daerah (Sekda) H.M.Juaini Taofik Saat Menemui Para Demonstran. Selasa, (20/1). |
LOMBOK TIMUR — Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lombok Timur, H. Muhammad Juaini Taofik, menemui Aliansi Mahasiswa Peduli Pariwisata Lombok Timur yang menggelar aksi pada Selasa (20/1).
Dalam pertemuan tersebut, Sekda mengajak para mahasiswa duduk lesehan bersama dan berdialog singkat di halaman Kantor Bupati Lombok Timur.
Pada kesempatan itu, Sekda menegaskan bahwa Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Timur secara terbuka menerima seluruh aspirasi, baik berupa harapan maupun kritik, yang disampaikan oleh mahasiswa. Ia menyampaikan bahwa secara garis besar, aspirasi yang disuarakan telah menjadi perhatian pemerintah daerah.
“Apa yang saya tangkap dari aspirasi adik-adik yang saya dengar tadi, memang belum semuanya dapat dipenuhi, namun sebenarnya sebagian besar sudah dipenuhi Bapak Bupati, tinggal menunggu eksekusi saja,” jelasnya.
Menanggapi sorotan Aliansi Mahasiswa terkait kontrak pengelolaan Sunrise Land Lombok (SLL), Sekda menegaskan bahwa pertanggungjawaban dan kewenangan berada pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, yakni Dinas Pariwisata.
“Jadi ini tidak ada urusan pribadi antara Bapak H. Haerul Warisin dengan kejadian yang kaitannya dengan SLL, semua ini murni dalam kebijakan formal,” tegasnya.
Selain itu, Sekda juga menegaskan bahwa Pemda Lombok Timur tidak akan melakukan pembatasan terhadap lokasi wisata di wilayahnya untuk dijadikan sebagai lokus penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat.
Sekda berharap dialog singkat tersebut dapat membuka pintu komunikasi yang lebih baik antara pemerintah daerah dan mahasiswa. Ia menegaskan bahwa ruang dialog tetap terbuka bagi semua pihak.
“Kami persilakan, kalau adik besok lusa mau ke ruangan saya, ya silakan,” ujar Sekda. (DN)
