![]() |
| Pertemuan Tim HBI di Dasan Lekong pada Senin malam, ((19/1/2026). |
Lombok Timur – Pertemuan rutin bulanan Tim HBI (Hj. Baiq Isvie) kembali digelar di Desa Dasan Lekong, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Senin malam (19/1/2026). Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi, konsolidasi internal, sekaligus ruang penyerapan aspirasi masyarakat desa, khususnya dari wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) I Lombok Timur.
Pertemuan yang dimulai sekitar pukul 20.00 WITA, usai seluruh aktivitas lapangan selesai, dihadiri oleh anggota Tim HBI, masyarakat setempat, serta sejumlah kepala desa. Agenda bulanan tersebut dinilai strategis untuk menjaga kekompakan tim sekaligus memperkuat komunikasi antara tim dan masyarakat akar rumput.
Koordinator Tim HBI, yang juga Ketua DPRD Provinsi NTB ini menegaskan bahwa pertemuan rutin tidak hanya bertujuan mempererat silaturahmi, tetapi juga sebagai sarana konsolidasi dan deteksi dini terhadap berbagai potensi ancaman krisis global.
“Forum ini kami manfaatkan untuk saling menguatkan, mendengar langsung aspirasi masyarakat, sekaligus memberikan early warning terkait potensi krisis global, pangan, kesehatan, dan bencana alam,” ujarnya.
Selain konsolidasi, kegiatan ini juga diisi dengan agenda kebersamaan berupa pembagian hadiah, termasuk hadiah umrah dan berbagai door prize. Menurut panitia, kegiatan tersebut merupakan bentuk berbagi rezeki sekaligus penguat ikatan emosional antar anggota tim dan masyarakat.
Kepala Desa Gerung Permai yang turut hadir menyampaikan bahwa pertemuan rutin ini memiliki peran penting dalam menjaga soliditas Tim HBI.
“Pertemuan rutin ini menjadi ajang silaturahmi dan arisan Tim HBI, sekaligus wadah komunikasi yang efektif dengan masyarakat,” katanya.
Pada sesi diskusi, sejumlah isu strategis turut dibahas, mulai dari antisipasi resesi global, potensi krisis pangan dan kesehatan, hingga risiko bencana alam yang dapat berdampak langsung pada desa. Anggota Tim HBI, Saparudin, menyebut pertemuan bulanan ini memang difokuskan untuk menjaga kesiapan tim menghadapi berbagai kemungkinan.
“Pertemuan ini disediakan setiap bulan di kediaman HBI untuk konsolidasi dan memperkuat kesiapan tim,” jelasnya.
Diskusi juga menyoroti persoalan tata kelola pembangunan desa, seperti pelaksanaan musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang), pengadaan barang dan jasa, serta pentingnya pengawasan agar terhindar dari potensi penyimpangan. Peran lembaga pengawas, termasuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), turut menjadi perhatian dalam diskusi tersebut. Anggota tim lainnya, Maman, menekankan pentingnya konsistensi pelaksanaan pertemuan rutin ini.
“Kegiatan ini harus terus dilakukan agar tim tetap solid dan responsif terhadap kondisi masyarakat,” ujarnya.
Sebagai penutup, seluruh peserta menyepakati pentingnya memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi utama ketahanan desa dan bangsa. Kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi krisis pun disepakati menjadi prioritas bersama yang akan terus dikawal melalui pertemuan rutin Tim HBI. (JM)
