DurasiNTB

Lugas & Fakta

Iklan

terkini

Harga Ternak Stabil, Disnakeswan Lotim Fokus Cegah Penyakit Hewan dan Jaga Lalu Lintas Ternak.

Sunday, January 4, 2026, January 04, 2026 WIB Last Updated 2026-01-05T03:39:54Z
drh.Hultatang, Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner pada Disnakeswan Lombok Timur. Senin, (5/1/2026).

Lombok Timur - Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Lombok Timur melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner, drh. Hultatang, menyatakan bahwa kondisi harga ternak di Lombok Timur saat ini telah kembali stabil. 


"Berbeda dengan masa merebaknya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), ketika harga ternak sempat anjlok, saat ini harga yang membaik mendorong peningkatan populasi ternak karena peternak kembali bergairah memelihara sapi dan ternak lainnya", ungkapnya kepada media ini,  Rabu (7/1/2026).


Menurutnya, wabah penyakit hewan memiliki dampak langsung terhadap perekonomian peternak. Ketika penyakit menyerang, harga ternak turun dan minat beternak ikut melemah. Oleh karena itu, menjaga stabilitas harga ternak menjadi hal penting agar sektor peternakan tetap tumbuh dan memberikan kontribusi bagi kesejahteraan masyarakat.


drh. Hultatang menegaskan bahwa kepercayaan peternak serta pengaturan zona lalu lintas ternak harus terus dijaga. Salah satu pekerjaan rumah terbesar Disnakeswan adalah mengamankan wilayah Lombok Timur dari berbagai penyakit hewan, baik yang bersifat zoonosis maupun non-zoonosis, termasuk rabies. 


Selain itu, jaminan keamanan produk peternakan yang dikonsumsi masyarakat juga menjadi perhatian utama. Ia menyebut, Lombok Timur bahkan tidak pernah terkena salah satu penyakit hewan yang bernama Lumpy Skin Disease (LSD) atau penyakit lato-lato yang masih dijumpai dibeberapa daerah di Indonesia.


Keberhasilan ini merupakan bagian dari langkah strategis Disnakeswan dalam mengamankan wilayah dari ancaman penyakit hewan menular yang dapat merugikan peternak dan masyarakat luas.

Lebih lanjut dijelaskan, tingginya tingkat kesakitan atau morbiditas akibat wabah penyakit hewan akan berdampak pada stabilitas ekonomi masyarakat peternak, seperti yang pernah terjadi saat kasus PMK merebak. 


Sementara itu, penyakit yang menular dari hewan ke manusia, seperti rabies dan antraks, dapat menimbulkan rasa tidak aman bagi masyarakat dalam beraktivitas dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.


Oleh karena itu, drh. Hultatang menekankan pentingnya pengendalian lalu lintas ternak sebagai program inti pencegahan penyakit. Menurutnya, meskipun vaksinasi dan pengobatan dilakukan, risiko tetap ada jika ternak dari luar daerah masuk tanpa jaminan kesehatan.


 “Menjaga lalu lintas ternak menjadi kunci utama untuk melindungi Lombok Timur dari penyakit hewan menular, baik zoonosis maupun non-zoonosis,” ujarnya. (DN)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Harga Ternak Stabil, Disnakeswan Lotim Fokus Cegah Penyakit Hewan dan Jaga Lalu Lintas Ternak.

Terkini