DurasiNTB

Lugas & Fakta

Iklan

terkini

Bukan Sekadar Belajar, IAI Hamzanwadi Pancor Tanamkan Nilai Cinta di 12 Madrasah Lombok Timur.

Sunday, October 4, 2026, October 04, 2026 WIB Last Updated 2026-10-04T17:46:34Z
Dokumentasi Bersama Kegiatan KBC Di IAI Hanzanwadi Pancor. Sabtu, (3/10)


LOMBOK TIMUR — Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAI Hamzanwadi) Pancor terus memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui program pengabdian kepada masyarakat. Memasuki Tahun Akademik 2026/2027, salah satu program yang dilaksanakan yakni Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Literasi bagi guru madrasah.


Kegiatan tersebut merupakan bentuk implementasi konsep “Kampus Berdampak”, yang saat ini menjadi salah satu arah kebijakan pendidikan nasional sebagai kelanjutan dari program “Kampus Merdeka”.


Konsep Kampus Berdampak mendorong perguruan tinggi agar tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, seperti kelulusan dan peringkat, tetapi juga berperan aktif sebagai agen perubahan bagi masyarakat, ekonomi, dan lingkungan.


Workshop KBC dan Literasi tersebut merupakan hasil kerja sama IAI Hamzanwadi Pancor dengan Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Pengawas Kementerian Agama Kabupaten Lombok Timur.


Kegiatan berlangsung selama empat hari, mulai 28 September hingga 1 Oktober 2026, sebagai respons terhadap kebutuhan madrasah dalam meningkatkan kompetensi guru.


Dalam pelaksanaannya, Tim KBC IAI Hamzanwadi Pancor menggunakan pendekatan workshop andragogi dengan model pembelajaran partisipatif dan pendampingan. Pendekatan tersebut diarahkan untuk membangkitkan semangat sekaligus merangsang minat peserta agar memahami, mempraktikkan, dan menjiwai nilai-nilai cinta dalam Kurikulum Berbasis Cinta.


Nilai-nilai tersebut kemudian diimplementasikan dalam proses pembelajaran, baik di dalam maupun di luar kelas.


Workshop melibatkan 12 Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang berada di lingkungan KKG Kecamatan Montong Gading, Lombok Timur, dengan total 48 guru sebagai peserta.


Selama kegiatan berlangsung, para peserta terlihat antusias dan aktif mengikuti setiap sesi workshop.


Salah satu narasumber, Dewi Rohiani, M.Pd., menjelaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran melalui setiap mata pelajaran.


“KBC merupakan hidden curriculum yang bisa diinsersi pada setiap mata pelajaran yang ada, sehingga dapat mewujudkan hasil pembelajaran yang humanis dan bermakna,” katanya 


Menurut Dewi, dalam penerapannya KBC mengeksplorasi sejumlah nilai inti, yakni nilai spiritual berupa cinta Allah dan Rasul, nilai intelektual berupa cinta ilmu, nilai personal berupa cinta diri, nilai sosial berupa cinta sesama, nilai ekologis berupa cinta lingkungan, serta nilai kebangsaan berupa cinta tanah air.


Ia menjelaskan, nilai-nilai tersebut merupakan penjabaran dari prinsip dasar ajaran Islam, yakni rahmatan lil ‘alamin yang berlandaskan rahmah atau mahabbah.


“Kelima nilai inti merupakan penjabaran dari prinsip dasar ajaran Islam, yaitu ajaran rahmatan lil ‘alamin (rahmah/mahabbah) yang harus menjadi kerangka dasar proses pembelajaran di lembaga pendidikan Islam,”ucapnya.


Sementara itu, Ketua KKG MI Kecamatan Montong Gading, Muhajjirin, S.Pd.I., menyampaikan apresiasi kepada IAI Hamzanwadi Pancor, khususnya Tim KBC Fakultas Tarbiyah, yang telah berbagi pengetahuan dan pengalaman mengenai implementasi Kurikulum Berbasis Cinta.


“Ini akan menjadi panduan kami di lembaga kami masing-masing dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran dan membentuk karakter peserta didik dengan nilai cinta dan kasih sayang sesuai dengan inti ajaran Islam.” terangnya.


Workshop selama empat hari tersebut merupakan tahap kedua dari empat tahapan pelaksanaan Kurikulum Berbasis Cinta. Keempat tahapan tersebut meliputi tahap persiapan, tahap pelaksanaan, tahap evaluasi dan tindak lanjut I, serta tahap evaluasi dan tindak lanjut II.


Wakil Rektor III IAI Hamzanwadi Pancor, Dr. Ahmad Muzayyin, menekankan pentingnya kemitraan antara IAI Hamzanwadi Pancor dengan madrasah dan lembaga lainnya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat peran IAI Hamzanwadi Pancor sebagai Kampus Berdampak, khususnya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di madrasah.


“Melalui kegiatan ini IAI Hamzanwadi Pancor mampu menjadi Kampus Berdampak dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan di Madrasah.” sebutnya.


Dekan Fakultas Tarbiyah IAI Hamzanwadi Pancor, Dr. Idawati, M.Pd., yang juga menjadi penanggung jawab Tim KBC IAI Hamzanwadi Pancor, mengatakan workshop tersebut merupakan langkah strategis untuk terus mengaktualisasikan kebijakan Kampus Berdampak.


Menurutnya, program tersebut menjadi bagian dari upaya menghubungkan atau link and match dunia perguruan tinggi dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan.


“Kegiatan workshop Kurikulum Berbasis Cinta ini merupakan langkah strategis dalam upaya terus mengaktualisasikan kebijakan ‘Kampus Berdampak’ yang menghubungkan (link and match) dunia perguruan tinggi dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat dalam bidang pendidikan.” ungkapnya.


Idawati menambahkan, kegiatan tidak berhenti pada pelaksanaan workshop. Setelah kegiatan tersebut, akan dilakukan tindak lanjut sesuai dengan tahapan yang telah dirancang dalam Kurikulum Berbasis Cinta.


Program KBC diharapkan tidak hanya berhenti pada peningkatan pemahaman guru, tetapi dapat berlanjut pada penerapan nilai-nilai cinta dalam proses pembelajaran serta pembentukan karakter peserta didik di madrasah. (*)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Bukan Sekadar Belajar, IAI Hamzanwadi Pancor Tanamkan Nilai Cinta di 12 Madrasah Lombok Timur.

Terkini