DurasiNTB

Lugas & Fakta

Iklan

terkini

Bukan Sekadar Batu dan Logam: Transformasi Mineral Menjadi Kekuatan Indonesia.

Friday, July 24, 2026, July 24, 2026 WIB Last Updated 2026-09-06T13:50:04Z
Ilustrasi Hilirisasi Batu Dan Logam Menjadi Bahan Mineral. (Sumber: Media DurasiNTB.com)

Oleh : Suyatna (Jurnalis)


Ada masa ketika kekayaan alam cukup diukur dari luas tambang dan jumlah cadangan.


Kini ukuran itu berubah.


Sebuah negara bisa memiliki sumber daya melimpah, tetapi tetap berada di belakang jika tidak mampu menguasai teknologi dan industri pengolahannya. Indonesia berada pada persimpangan tersebut.


Di satu sisi, negeri ini memiliki kekayaan mineral strategis.


Di sisi lain, dunia sedang membutuhkan mineral dalam jumlah besar untuk membangun ekonomi masa depan. Maka kesempatan itu harus dimanfaatkan.


Ketika mineral bertemu teknologi

Bayangkan perjalanan sebuah mineral.

Ia dimulai dari bumi.

Kemudian masuk ke proses penambangan.

Berlanjut ke pengolahan dan pemurnian.

Kemudian menjadi bahan baku industri.


Dari sana ia dapat menjadi komponen baterai, kendaraan listrik, produk elektronik, konstruksi, hingga berbagai produk teknologi.


Semakin panjang rantai nilai yang dikuasai Indonesia, semakin besar nilai tambah yang dapat dinikmati di dalam negeri. Itulah inti hilirisasi.


Kementerian ESDM menempatkan peningkatan nilai tambah dan pengembangan industri berbasis sumber daya alam sebagai bagian penting dalam pengelolaan mineral nasional. 


Dari investasi menjadi industrialisasi. Investasi adalah bahan bakar industrialisasi.


Data BKPM menunjukkan investasi nasional 2024 mencapai Rp1.714,2 triliun, meningkat 20,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan menyerap sekitar 2,4 juta tenaga kerja. 


Angka tersebut memperlihatkan besarnya aktivitas investasi dalam perekonomian nasional.


Namun investasi pertambangan memiliki tantangan yang lebih besar.


Ia harus menghasilkan industri yang kuat.

Artinya, tidak cukup hanya membangun fasilitas pengolahan. Indonesia juga harus membangun pemasok lokal, tenaga kerja terampil, pusat riset, teknologi, infrastruktur dan industri manufaktur yang terintegrasi.


Ketahanan mineral Indonesia


Ketahanan mineral pada dasarnya adalah kemampuan negara memastikan kebutuhan mineral strategis tersedia bagi kepentingan nasional.


Kementerian ESDM melalui Indonesia Minerals Yearbook 2024 secara khusus memasukkan mineral strategis dan kritis dalam cakupan informasi nasional. Publikasi tersebut juga menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya, penguatan cadangan dan peningkatan kontribusi mineral terhadap kesejahteraan masyarakat. 


Ketahanan mineral semakin penting ketika kebutuhan dunia terhadap mineral kritis meningkat.


Indonesia tidak boleh hanya menjadi tempat mineral ditambang. Indonesia harus menjadi tempat mineral diolah, dikembangkan, diteliti dan diubah menjadi produk bernilai tinggi.


Inovasi menjadi pembeda.


Di sinilah transformasi dan inovasi memainkan peran. Pertambangan masa depan membutuhkan teknologi.


Sensor dan sistem digital dapat digunakan untuk memantau operasi. Otomatisasi dapat meningkatkan keselamatan dan efisiensi. Data dapat digunakan untuk mengoptimalkan produksi. Teknologi pengolahan dapat meningkatkan perolehan mineral sekaligus mengurangi limbah.


Namun teknologi membutuhkan manusia.


Karena itu, investasi pada sumber daya manusia menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari hilirisasi.


Indonesia membutuhkan operator terampil, teknisi, insinyur, ahli lingkungan, peneliti, ahli data hingga wirausaha yang mampu membangun industri pendukung.


Dari bumi untuk manusia.


Pada akhirnya, sumber daya alam bukan tujuan. Ia adalah sarana, tujuannya adalah kesejahteraan rakyat. Karena itu, pembangunan industri berbasis mineral harus terhubung dengan masyarakat. UMKM lokal harus mendapatkan peluang. Tenaga kerja lokal harus memiliki akses terhadap pekerjaan. Pendidikan dan keterampilan harus berkembang.


Inilah titik temu antara ekonomi, investasi, ESG, green mining, kontribusi sosial, hilirisasi, industrialisasi, ketahanan mineral, transformasi dan inovasi. Semua bermuara pada satu gagasan:


kekayaan bumi harus menghasilkan kekuatan negeri.


Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadikan mineral sebagai fondasi ekonomi masa depan. Tetapi peluang itu hanya akan menjadi kedaulatan jika dikelola dengan teknologi, tata kelola yang baik, perlindungan lingkungan dan keberpihakan kepada masyarakat.


Sebab mineral yang hanya keluar dari bumi dan dijual ke luar negeri adalah komoditas. Tetapi mineral yang diolah menjadi industri, teknologi, pekerjaan dan kesejahteraan adalah kekuatan ekonomi nasional.


Dan ketika kekuatan itu digunakan untuk kepentingan rakyat, di situlah makna sebenarnya dari:


“Dari Bumi untuk Kedaulatan Negeri Indonesia.”


(Sumber : Badan Geologi Kementerian ESDM, Indonesia Minerals Yearbook 2024, mengenai sumber daya, cadangan, produksi, mineral strategis dan mineral kritis. Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, realisasi investasi 2024 sebesar Rp1.714,2 triliun. Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, kebijakan hilirisasi mineral kritis dan ekonomi hijau. Indonesian Mining Journal 2025, kajian peningkatan nilai tambah nikel, investasi hilir dan tantangan tata kelola. Kementerian ESDM, data dan kebijakan sektor energi dan mineral).

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Bukan Sekadar Batu dan Logam: Transformasi Mineral Menjadi Kekuatan Indonesia.

Terkini