![]() |
| Rapat Umum Pengurus PB IKA PMII Di Lombok Timur. Sabtu, (13/6). |
Durasintb -- Ketua Pengurus Besar Ikatan Keluarga Alumni Perempuan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB IKA PMII), Dr. Hj. Luluk Nurhamidah, menegaskan bahwa keberadaan Graha PMII Lombok Timur (Lotim) harus membawa dampak nyata. Ia meminta gedung tersebut tidak sekadar menjadi kantor administrasi, melainkan bertransformasi menjadi pusat lahirnya pemimpin masa depan.
"Kalau hanya untuk kantor, sekarang zamannya virtual office. Tapi kalau ini menjadi Graha PMII, maka harus menjadi ruang lahirnya pemimpin yang responsif, inovatif, dan mampu memberikan solusi atas persoalan masyarakat," tegas Luluk.
Menurut Luluk, Graha PMII harus mampu menjadi pusat kolaborasi gagasan dan perumusan kebijakan publik yang berpihak pada rakyat, khususnya bagi masyarakat di Lombok Timur.
Ia juga menyoroti sejumlah persoalan sosial krusial yang saat ini masih menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bagi daerah tersebut, di antaranya, Tingginya angka kemiskinan, Kasus stunting dan masih adanya fenomena perkawinan anak di bawah umur.
"Dari gedung ini harus lahir program-program strategis yang membantu pemerintah mengurangi kemiskinan, menekan angka perkawinan anak, mengatasi stunting, dan memberdayakan masyarakat desa. Graha PMII harus menjadi rumah solusi bagi masyarakat," ujarnya.
Lebih lanjut, Luluk menyampaikan bahwa pembangunan fisik Graha PMII merupakan simbol pengabdian sekaligus investasi jangka panjang. Manfaat dari keberadaan gedung ini diharapkan dapat terus mengalir dan dirasakan oleh generasi-generasi berikutnya.
Di akhir penyampaiannya, ia mengingatkan esensi utama dari pembangunan gedung organisasi ini agar tidak kehilangan marwahnya.
"Amal jariyah itu bukan hanya tentang membangun gedung. Amal jariyah adalah ketika dari gedung ini lahir pemimpin-pemimpin yang memberi manfaat bagi umat, bangsa, dan daerahnya," pungkas Luluk. (*)
