DurasiNTB

Lugas & Fakta

Iklan

terkini

Gubernur NTB Tekankan Kolaborasi Lintas Sektor untuk Tekan Kemiskinan Ekstrem dan Stunting.

Tuesday, March 3, 2026, March 03, 2026 WIB Last Updated 2026-03-05T06:37:57Z
Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal Saat Menghadiri Pertemuan Bersama Pendamping Desa Berdaya di Batukliang. Rabu, (4/3).


Lombok Tengah — Gubernur Lalu Muhamad Iqbal menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam upaya mengentaskan kemiskinan ekstrem dan stunting di Nusa Tenggara Barat. Hal tersebut disampaikan saat mengawali Safari Ramadan melalui pertemuan bersama Pendamping Desa Berdaya di Aula Kantor Desa Barebali, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, Rabu (4/3/2026).


Dalam arahannya, Gubernur Iqbal menyoroti kondisi NTB yang masih berada dalam daftar 12 provinsi termiskin di Indonesia. Menurutnya, salah satu penyebab utama sulitnya menurunkan angka kemiskinan adalah masih kuatnya ego sektoral di antara berbagai pihak.


“Kenapa kemiskinan kita sulit turun? Karena kita sering jalan sendiri-sendiri atau lampak mesak-mesak. Tidak ada kolaborasi yang solid. Saya minta teman-teman pendamping jangan mulai dari nol, rangkul kader Posyandu, PKH, hingga Karang Taruna yang sudah ada di lapangan,” tegasnya.


Ia menginstruksikan para pendamping desa untuk melakukan pendekatan langsung kepada masyarakat dengan memahami kondisi warga secara personal dari rumah ke rumah atau kepala keluarga per kepala keluarga.


Menurutnya, pendekatan tersebut penting untuk memetakan akar persoalan yang dihadapi masyarakat, apakah berkaitan dengan kondisi hunian yang tidak layak, rendahnya tingkat pendidikan, atau masalah gizi yang berujung pada stunting.


Lebih lanjut, Gubernur menjelaskan bahwa upaya penanganan kemiskinan harus dilakukan dalam dua tahap, yakni melalui perlindungan sosial untuk memastikan standar hidup layak, kemudian dilanjutkan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.


Ia menargetkan setiap keluarga yang tergolong miskin ekstrem dapat mencapai pendapatan minimal Rp1.250.000 per bulan sebagai batas dasar untuk keluar dari kategori kemiskinan ekstrem.


“Sekarang logikanya dibalik. Kita punya pasar besar melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kebutuhan telur kita saja masih impor 87 persen dari luar daerah. Ini peluang bagi warga desa untuk berdaya secara ekonomi,” tambahnya.


Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Safari Ramadan, Gubernur NTB juga meninjau langsung kondisi warga serta menyerahkan bantuan kepada anak stunting dan masyarakat yang tergolong miskin ekstrem di Desa Barebali. Bantuan tersebut termasuk program rehabilitasi rumah melalui dukungan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) NTB.


Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Desa Barebali, Salbi, memaparkan tantangan yang dihadapi desanya dengan jumlah penduduk mencapai 15.519 jiwa. Ia menyebutkan terdapat 84 kasus stunting dan 250 kepala keluarga yang tergolong dalam kategori kemiskinan ekstrem.


Salbi juga mengusulkan pemekaran wilayah desa sebagai salah satu solusi untuk meningkatkan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat. 


“Kami mengusulkan pemekaran menjadi tiga desa persiapan, yaitu Barebali Timur, Barebali Barat, dan Wira Surya. Berkas saat ini sedang diverifikasi di tingkat provinsi, dan kami memohon dukungan Bapak Gubernur agar prosesnya dimudahkan,” ujarnya. (Sr)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Gubernur NTB Tekankan Kolaborasi Lintas Sektor untuk Tekan Kemiskinan Ekstrem dan Stunting.

Terkini