DurasiNTB

Lugas & Fakta

Iklan

terkini

Bupati Haerul Warisin Dorong Digitalisasi Keuangan dan Gerakan Tanam Cabai untuk Kendalikan Inflasi.

Tuesday, March 3, 2026, March 03, 2026 WIB Last Updated 2026-03-03T14:14:37Z
Bupati Drs.H.Haerul Warisin Saat Ditemui Sejumlah Awak Media di Pendopo Bupati. Senin, (2/3/2026).

Selong — Bupati Lombok Timur Drs.H.Haerul Warisin menekankan pentingnya inovasi dan kolaborasi lintas sektor guna mempertahankan prestasi daerah dalam pengendalian ekonomi. Hal tersebut disampaikan saat ditemui pada Senin (2/3), menyusul capaian Lombok Timur sebagai Juara 1 dalam aspek tertentu yang berkaitan dengan pengendalian ekonomi daerah.


Dalam pernyataannya, Bupati menyoroti dua strategi utama, yakni percepatan digitalisasi keuangan untuk mencegah kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta intervensi ketahanan pangan di tingkat rumah tangga. 


Ia menegaskan bahwa capaian tersebut harus dipertahankan melalui kerja keras dan langkah konkret di lapangan.

Salah satu fokus utama yang akan diterapkan adalah penghapusan sistem transaksi tunai di lingkungan Pemerintah Daerah hingga ke tingkat desa. 


Menurutnya, sistem transaksi tunai sangat rentan terhadap kelalaian maupun potensi penyalahgunaan wewenang.


“Penting untuk memperluas jaringan digitalisasi. Jangan hanya di kebutuhan Pemda saja, tapi harus sampai ke desa-desa untuk menghindari kebocoran,” ujar Haerul Warisin.


Ia menginstruksikan seluruh lini, mulai dari perkantoran hingga penagihan di lapangan seperti area parkir dan pasar, agar mulai menerapkan sistem digital secara masif. Langkah ini dinilai sebagai bagian dari penguatan tata kelola keuangan daerah yang lebih transparan dan akuntabel.


Selain digitalisasi, Bupati juga menyoroti fluktuasi harga komoditas pangan, khususnya cabai, yang kerap menjadi pemicu inflasi. Ia mengaku telah memanggil dinas terkait untuk melakukan intervensi pasar dan menyiapkan langkah strategis guna menstabilkan harga.


Salah satu terobosan yang disiapkan adalah mewajibkan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) menjadi pelopor pertanian mandiri. Pemerintah Daerah melalui Dinas Pertanian akan menyiapkan paket media tanam organik, polybag, serta bibit unggul untuk dibagikan kepada para ASN dan P3K.


“Kita punya sekitar 15.000 ASN dan P3K. Bayangkan kalau satu orang menanam satu pohon saja dan menghasilkan satu kilo cabai. Itu sudah 15 ton. Ini adalah bentuk kemajuan kalau kita bisa mempertahankan literasi kebutuhan yang suka memicu inflasi dengan mengadakannya sendiri,” jelasnya.


Bupati optimistis, dengan intervensi yang tepat, harga cabai yang sempat melambung dapat ditekan kembali ke angka normal. Ia juga mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif menjaga tanaman pangan di lingkungan masing-masing. 


“Jangan sampai kita kalah dengan harga. Kalau kita bisa tanam sendiri di lingkungan rumah, uangnya bisa digunakan untuk kebutuhan lain. Ini keren kalau kita bisa swasembada di tingkat rumah tangga,” pungkasnya. (DN)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Bupati Haerul Warisin Dorong Digitalisasi Keuangan dan Gerakan Tanam Cabai untuk Kendalikan Inflasi.

Terkini