![]() |
| Kalapas Kelas IIB Selong Bersama Jajaran Saat Melakukan Silaturahmi Bersama Puluhan Insan Pers Lotim. Rabu, (11/2). |
LOMBOK TIMUR – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Selong, Sudirman, meluncurkan program “One Day One Juz” sebagai program perdana setelah dirinya dipindah tugaskan dari Nusa Tenggara Timur (NTT) ke Lombok Timur. Program tersebut disampaikan dalam acara silaturahmi bersama insan pers di Lapas Kelas IIB Selong, Rabu (11/2/2026).
Sudirman menjelaskan, program pembinaan keagamaan itu dilaksanakan melalui kerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) serta perguruan tinggi Muhammadiyah. Bahkan, Lapas Selong kini memiliki Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) sendiri.
“Bekerja dengan Kemenag dan perguruan tinggi Muhammadiyah, Lapas Selong mempunyai LPTQ sendiri. Awalnya warga binaan dipaksa dulu untuk ngaji dan sekarang sudah mulai terbiasa. Dari jumlah warga binaan saat ini sebanyak 495 orang, terdapat 149 orang belum mengenal huruf Hijaiyah,” ujarnya.
Sementara itu, Sudirman menyebutkan dampak program “One Day One Juz” menunjukkan hasil yang signifikan.
“Efeknya kami lihat luar biasa karena setiap minggunya kami evaluasi pelaksanaan one day one juz Al-Qur'an dan pelaksanaan sholatnya tetap ada peningkatan dan antusiasnya sangat luar biasa,” ungkapnya.
Ia menegaskan, pendekatan agama menjadi strategi utama dalam proses pembinaan. Dengan panggilan nama baru bagi semua warga binaan yakni Santri Lapas.
“Kita melakukan pendekatan agama, kita sentuh hatinya, semua kami jadikan santri mandiri melalui beberapa pelatihan", imbuhnya.
Menurutnya, penyebutan “santri” bagi warga binaan merupakan bentuk penghormatan untuk mengangkat harkat dan martabat mereka.
“Nama santri bagi warga binaan adalah untuk menjaga harkat warga binaan sehingga semuanya merasa lebih terayomi,” jelas Kalapas yang merupakan asli Bima dan lama tinggal di Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat itu.
Ia juga mengapresiasi kolaborasi dan sinergi yang telah terjalin bersama insan Pers dalam mendukung program pembinaan di Lapas Selong.
Selama bulan Ramadan, pihak lapas juga menyiapkan sejumlah ustaz yang didatangkan dari berbagai lembaga dan BAZNAS untuk mengisi diskusi keagamaan. Kegiatan tadarus tetap menjadi rutinitas warga binaan, mengingat dari seluruh warga binaan hanya satu orang yang non muslim.
Mengakhiri penyampaiannya, Burhanudin mengajak media untuk terus menjalin komunikasi yang baik.
“Mari untuk tetap menjalan komunikasi dan sistematis yang baik dan kami dari lapas membuka ruang dan siap terbuka dengan media,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada segenap insan media yang telah bersinergi dan berkolaborasi dalam pemberitaan berbagai kegiatan di Lapas Kelas IIB Selong. (DN)
