![]() |
| Wakil Bupati H.Moh.Edwin Hadiwijaya Saat Menghadiri Kegiatan IKMM di Kantor Desa Lendang Nangka. Senin, (26/1). |
Lombok Timur — Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya secara resmi membuka kegiatan Ikatan Keluarga Mahasiswa Masbagik (IKMM) Mengabdi 2026 di Aula Kantor Kepala Desa Lendang Nangka Utara, Kecamatan Masbagik, Senin (26/1).
Kegiatan pengabdian bertema “Membangun kesadaran pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan lingkungan sebagai fondasi Lendang Nangka Utara yang berkelanjutan” itu diikuti mahasiswa yang akan melaksanakan program pemberdayaan masyarakat selama dua pekan.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan sosial, terutama dalam mendukung transformasi pendidikan dan pengentasan kemiskinan ekstrem di Lombok Timur. Ia menilai masa pengabdian selama dua minggu cukup efektif untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat desa sasaran.
“Mahasiswa memiliki energi dan gagasan segar yang sangat dibutuhkan masyarakat. Kami berharap kehadiran adik-adik semua benar-benar membawa perubahan, terutama di bidang pendidikan dan pengentasan kemiskinan ekstrem,” ujar Edwin.
Ia juga menegaskan keterbukaan pemerintah daerah terhadap partisipasi publik.
“Bupati telah menegaskan, silakan demo sebanyak-banyaknya. Kami bahkan menugaskan pejabat eselon II untuk mencatat setiap tuntutan. Untuk hearing atau audiensi, kami terbuka kapan saja selama tidak sedang di luar daerah,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Lendang Nangka Utara Moh. Tahir menyambut baik pelaksanaan program IKMM Mengabdi di wilayahnya. Ia berharap mahasiswa mampu menghadirkan perspektif baru sekaligus solusi atas berbagai persoalan sosial di desa, terutama tingginya angka pernikahan usia dini dan dampak perubahan iklim terhadap sektor pertanian.
“Kami berharap adik-adik mahasiswa dapat membantu mengedukasi masyarakat, khususnya terkait pernikahan dini yang masih cukup tinggi. Selain itu, tantangan perubahan iklim juga sangat memengaruhi hasil pertanian warga,” kata Tahir.
Di sisi lain, Pembina IKMM Akmaludin Sya’bani mengingatkan mahasiswa agar tidak hanya berdiskusi secara teoritis, tetapi menghadirkan karya nyata di lapangan.
“Mahasiswa harus memiliki dua kemampuan dasar, yakni mampu melahirkan ide dan gagasan dalam bentuk karya nyata maupun karya ilmiah. Ilmu tidak hanya didiskusikan, tetapi harus diaplikasikan langsung untuk membantu persoalan masyarakat,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, IKMM diharapkan mampu menjadi jembatan kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam memperkuat fondasi pembangunan desa yang berkelanjutan di Lendang Nangka Utara. (DN)
