![]() |
| Kunjungan Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal di Desa Malaka. Kamis, (8/1) |
Lombok Utara - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi NTB untuk segera melakukan renovasi rumah warga yang masuk kategori miskin ekstrem. Penegasan tersebut disampaikan saat Gubernur Iqbal meninjau langsung sejumlah rumah tidak layak huni (RTLH) di Desa Malaka, Kabupaten Lombok Utara, Kamis (8/1/2026).
“Ini tempat utama untuk tinggal, jadi harus segera diselesaikan,” tegas Gubernur Iqbal di sela-sela kunjungan lapangannya.
Ia menekankan bahwa hunian layak merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus menjadi prioritas penanganan pemerintah.
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Iqbal berdialog langsung dengan warga dan mendengarkan berbagai keluhan yang disampaikan masyarakat. Ia menegaskan bahwa persoalan perumahan dan lingkungan yang sehat harus segera ditangani agar masyarakat dapat hidup dengan layak dan bermartabat.
Selain kondisi rumah, Gubernur Iqbal juga menyoroti fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) umum di lingkungan warga. Menurutnya, persoalan utama bukan pada ketersediaan fasilitas, melainkan pada kondisi fisik dan perawatan yang sudah tidak layak sehingga membutuhkan pembenahan.
Gubernur Iqbal juga menyempatkan diri menyapa para nelayan Desa Malaka dan mendengarkan keluhan mereka. Salah satu persoalan yang disampaikan adalah sulitnya memperoleh bahan bakar minyak (BBM) jenis solar untuk melaut karena harus mengurus barcode, dengan proses yang dapat memakan waktu hingga satu pekan, sementara nelayan harus melaut setiap hari untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Kehadiran Gubernur NTB disambut positif oleh masyarakat setempat. Salah seorang nelayan, Muhid, mengaku bersyukur atas perhatian pemerintah provinsi yang turun langsung melihat kondisi warga.
“Alhamdulillah pemimpin kita turun langsung melihat kondisi kami di sini. Semoga sering-sering turun,” ujarnya.
Tak hanya itu, Gubernur Iqbal juga menyapa para ibu yang sedang memberikan Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada balita. Ia memastikan program pemenuhan gizi anak berjalan dengan baik sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi NTB dalam menekan angka kemiskinan ekstrem melalui Program Desa Berdaya. Gubernur Iqbal menjelaskan bahwa wilayah pesisir justru menjadi kantong kemiskinan ekstrem, meskipun kawasan tersebut berkembang pesat sebagai destinasi pariwisata.
“Kita membangun hotel bintang lima dan bintang empat, tetapi masyarakat di sekitarnya masih miskin. Pariwisatanya maju, tapi masyarakat lokal belum ikut menikmati manfaatnya,” ujar Gubernur Iqbal.
Ia menegaskan bahwa Program Desa Berdaya tidak hanya dijalankan oleh pemerintah provinsi, tetapi dilaksanakan oleh pemerintah desa dan dusun dengan dukungan penuh dari provinsi. Setiap desa akan didampingi tenaga pendamping terlatih untuk mengidentifikasi persoalan dasar, menyusun prioritas penanganan, serta menggali potensi desa.
Sementara itu, Kepala Desa Malaka, Akmaludin Ichwan, menyebutkan jumlah warga miskin ekstrem di desanya mencapai 362 individu dari 135 keluarga. Ia berharap seluruh program Pemerintah Provinsi NTB dapat disinergikan untuk mendorong Desa Malaka keluar dari status kemiskinan ekstrem.
Program Desa Berdaya diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan dasar seperti perumahan, sanitasi, kesehatan, dan pendidikan, tetapi juga mendorong pengembangan potensi desa di sektor pariwisata, perikanan, dan perkebunan agar masyarakat dapat bangkit, mandiri, dan sejahtera. (de_Q)
