![]() |
| Ketua Baznas Provinsi NTB Dr.Lalu.M.Iqbal Murad, MA. Saat Serah Terima Kunci Didampingi Sekdes Anjani Dan Perwakilan Keluarga Ilham Jaya. Jum'at, (28/11). |
Lombok Timur - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Nusa Tenggara Barat menegaskan komitmennya dalam memperkuat program pemberdayaan ekonomi masyarakat di samping bantuan bersifat karitatif. Ketua Baznas NTB, Dr. Lalu M. Iqbal Murad, menyampaikan hal tersebut saat meresmikan dan menyerahkan kunci rumah program Mahyani pada Jumat (28/11).
Dalam penjelasannya, Lalu Iqbal Murad memaparkan bahwa pembangunan Rumah Layak Huni (Mahyani) merupakan program utama Baznas NTB pada tahun ini. Setiap unit Mahyani dibangun setelah melalui proses verifikasi lapangan yang ketat, dengan total anggaran Rp25 juta per rumah. Rinciannya meliputi Rp20 juta untuk bahan bangunan dan Rp5 juta untuk biaya pekerjaan.
Ia menambahkan, pelaksanaan program Mahyani juga menekankan prinsip gotong royong. Meski anggaran Baznas diharapkan mencukupi kebutuhan dasar pembangunan, keterlibatan masyarakat sering kali membuat hasil akhirnya lebih baik, bahkan memungkinkan rumah dibangun lebih besar atau dilengkapi perabotan tambahan.
“Kita berharap pembangunan ini tidak saja dikerjakan oleh tukang, tetapi juga melibatkan warga sekitar dalam bentuk kebersamaan,” ujar Lalu Iqbal.
Hingga saat ini, Baznas Provinsi NTB bersama Baznas Kabupaten/Kota telah menghadirkan lebih dari 30 unit Mahyani di Kabupaten Lombok Timur, dengan sekitar 80 persen di antaranya telah rampung dibangun.
Selaras dengan arahan Gubernur NTB, Baznas kini memprioritaskan pemberdayaan ekonomi mustahik sebagai langkah strategis untuk memberikan dampak lebih berkelanjutan. “Kami konsen dengan arahan Pak Gubernur untuk terus melakukan banyak pemberdayaan masyarakat,” tegas Lalu Iqbal.
Baznas NTB juga terus menggulirkan sejumlah program pemberdayaan unggulan. Di antaranya adalah Gerobak & Meja Lapak untuk pengembangan usaha mikro, Z-Pangan sebagai dukungan penampungan komoditas jagung dan padi, Z-Auto untuk bantuan perbengkelan, Z-Kopi bagi mahasiswa mustahik yang ingin membuka coffee shop, serta Z-Ternak yang menyediakan bantuan usaha ternak.
Melalui berbagai program ini, Baznas NTB berupaya membangun ekosistem usaha yang kuat bagi para mustahik, sehingga bantuan yang diberikan tidak hanya memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga mendorong peningkatan kesejahteraan jangka panjang. (DN)
