![]() |
| Bupati Lotim H.Haerul Warisin Saat Memberikan Sambutannya Usai Pelantikan Di Pendopo Bupati. Senin, (02/3/2026). |
Selong - Sebanyak 143 guru resmi dilantik menjadi Kepala Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur. Pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan Aparatur Sipil Negara (ASN) tersebut digelar di Pendopo Bupati Lombok Timur, Senin (2/3/2026).
Bupati Haerul Warisin dalam sambutannya menegaskan pentingnya kesiapan para kepala sekolah yang baru dilantik dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Ia mengawali arahannya dengan mengingatkan para pejabat yang dilantik terkait kesiapan dan kedisiplinan.
“Bapak ibu yang dilantik hari ini semua pakai jas, artinya sudah siap menjalankan tugas dan mengemban amanah” ujarnya.
Bupati juga menyoroti kondisi tata kelola keuangan di tingkat pusat yang saat ini tengah melakukan efisiensi anggaran. Menurutnya, kebijakan tersebut berdampak pada berkurangnya alokasi anggaran bagi seluruh kabupaten/kota, termasuk Kabupaten Lombok Timur.
“Perlu saya sampaikan bahwa tata kelola keuangan di pusat sekarang ini melakukan efisiensi. Dan resikonya berkurangnya anggaran semua kabupaten kota yang ada, termasuk Lombok Timur,” tegasnya.
Ia mengungkapkan bahwa Kabupaten Lombok Timur mengalami efisiensi anggaran lebih dari Rp400 miliar. Meski demikian, ia menyebut ada peluang dana yang bisa kembali ke daerah jika mampu dijemput dengan strategi yang tepat.
“Kabupaten Lombok Timur juga kena efisiensi 400 miliar lebih, tapi dibalik efisiensi itu banyak yang dikembalikan ke daerah kita, tapi kita harus rajin menjemput anggaran ke pusat. Kalau tidak bisa maka berat kita bekerja dengan anggaran yang ada,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kualitas program dan kemampuan komunikasi dalam mengakses anggaran pusat.
“Caranya kita harus buat program yang berkualitas dan harus dijemput karena dibutuhkan kemampuan berkomunikasi. Selain juga harus menjalin hubungan baik dengan kementerian, kita harus bersahabat,” imbuhnya.
Bupati juga menyinggung program pemerintah pusat yang tengah berjalan, yakni Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menilai meskipun terjadi efisiensi ratusan miliar rupiah, pemerintah pusat tetap menggelontorkan anggaran besar melalui berbagai program strategis.
“Kita juga memiliki program pemerintah pusat yang saat ini sudah berjalan yakni Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ratusan miliar yang di efisiensi tapi triliunan yang dikucurkan melalui program-program yang ada,” katanya.
Secara khusus kepada para kepala sekolah yang baru dilantik, ia berpesan agar berhati-hati dalam mengelola anggaran sekolah dan memahami regulasi keuangan.
“Pesan saya hati-hati, anda belum tentu mampu mengatur anggaran keuangan dengan baik maka harus koordinasi dengan yang sudah paham regulasi keuangan di sekolah. Artinya kalau bapak ibu yang jadi kepala sekolah hari ini dilantik harus bisa juga mengatur keuangan,” tandasnya.
Ia juga membuka peluang karier yang lebih luas bagi para kepala sekolah. Menurutnya, jabatan kepala sekolah bisa menjadi pintu menuju posisi yang lebih tinggi di pemerintahan.
“Tidak menutup kemungkinan Kepala Sekolah berpeluang ke jabatan yang lebih tinggi yakni Kepala Dinas seperti Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang sekarang yang juga dari Kepala Sekolah,” ujarnya.
Selain soal manajerial dan keuangan, Bupati meminta para kepala sekolah membangun komunikasi dan kerja sama yang baik dengan para guru di sekolah masing-masing.
“Kerjasama dengan para guru-guru di sekolah tempat bapak ibu menjadi kepala sekolah dengan baik. Ajak guru-guru untuk melakukan pendidikan-pendidikan yang baik bagi murid-muridnya,” pintanya.
Turut hadir dalam pelantikan tersebut Wakil Bupati Lombok Timur Edwin Hadiwijaya, Sekretaris Daerah Juaini Taofik, Kepala BKPSDM, serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Timur.(*)
