![]() |
| Photo Istimewa: Kepala Dinas Pertanian Lotim Lalu Fathul Kasturi. Kamis, (2/4). |
Lombok Timur – Keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah, khususnya di Kabupaten Lombok Timur, dinilai membuka peluang besar bagi para petani untuk memenuhi kebutuhan permintaan akan bahan pangan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Para petani diharapkan mampu memanfaatkan peluang tersebut guna meningkatkan kesejahteraan ekonomi.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur, Lalu Fathul Kasturi, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (2/4/2026). Ia menegaskan bahwa seluruh kebutuhan dapur MBG sangat bergantung pada hasil produksi petani lokal.
“Semua kebutuhan dapur MBG berangkat dari apa yang dihasilkan petani kita,” ujarnya.
Menurutnya, optimalisasi pemanfaatan lahan menjadi kunci utama dalam menjawab kebutuhan program tersebut. Ia menyebutkan, dengan memanfaatkan sekitar 5 persen saja dari pematang sawah, petani sudah dapat berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan MBG.
“Untuk MBG, karena kita berbicara MBG, maka 5 persen saja kita manfaatkan pematang sawah bagi para petani, maka akan bisa mengatasi kebutuhan MBG dan bisa menjadi solusi, di samping juga menggunakan efektivitas lahan pekarangan dari rumah-rumah,” jelasnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan petani agar cermat dalam membaca peluang pasar. Saat ini, komoditas sayuran seperti kacang panjang masih menjadi kebutuhan dominan untuk dapur MBG, sementara untuk buah-buahan, pisang dan pepaya menjadi yang paling banyak diminati.
“Pandai-pandai juga membaca peluang pasar. Di pasar juga sayur-sayur kita masih normal. Budidaya sayuran dan kacang panjang masih dominan diminta untuk kebutuhan MBG, untuk buah yang dominan adalah pisang dan pepaya,” katanya.
Terkait penguatan sumber daya manusia (SDM), Fathul berharap masyarakat dapat membangun komunikasi yang baik dengan para mitra guna memperluas akses pasar dan meningkatkan nilai ekonomi dari hasil pertanian.
Ia menambahkan, pemanfaatan peluang dari program MBG diyakini dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi petani yang mampu beradaptasi dengan kebutuhan pasar. Sementara bagi warga yang tidak memiliki lahan pertanian diharapkan bisa memanfaatkan lahan atau pekarangan rumah dengan memulai menanam varietas tanaman sayuran dan buah-buahan minimal untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.
“Kita berharap masyarakat Lombok Timur pintar-pintar membaca peluang dengan menanam varietas tanaman yang banyak dibutuhkan dapur MBG, sehingga ke depan pasokan tidak perlu didatangkan dari luar, tetapi cukup dari hasil daerah sendiri,” pungkasnya. (DN)
