Friday, July 5, 2024, July 05, 2024 WIB
Last Updated 2024-07-05T22:03:27Z
EkonomiLombok TimurNewsNTB

Pj. Bupati Lotim Minta Semua Kalangan Galakkan Dan Sukseskan Pekan Imunisasi POLIO 2024.

Advertisement


Lombok Timur - Penjabat (Pj) Bupati H.M. Juaini Taofik, mengajak semua lapisan masyarakat untuk menyukseskan gerakan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio 2024.



Hal itu disampaikan Juaini Taofik saat memberikan sosialisasi PIN Polio Lombok Timur 2024 kepada seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kantor Dinas Kesehatan (Dikes) Lombok Timur, Jumat, (05 /07).



"Perlu ada partisipasi orang tua, dari guru, dari seluruh masyarakat untuk menyukseskan PIN Polio ini," ungkapnya.



Masih kata Taufik , PIN Polio Lombok Timur tahun ini akan menyasar 219.458 anak usia 0 hingga 7 tahun. Dan akan diselenggarakan pada 23-30 Juli 2024. Dimana, menurutnya kasus Polio memang belum ditemukan di Lombok Timur hingga saat ini. Namun serangan virus tersebut menurutnya harus selalu diantisipasi.



"Kalau ditemukan satu kasus saja, daerah kita langsung berstatus KLB (Kejadian Luar Biasa)," ucap Taofik.



Menurutnya, terdapat sejumlah faktor yang harus menjadi perhatian bersama dalam menjaga derajat kesehatan di tengah masyarakat. Salah satu yang utama adalah soal lingkungan. 



"Kenapa ada virus, Salah satunya karena faktor lingkungan. Lalu faktor selanjutnya yang tidak kalah penting adalah kualitas pelayanan kesehatan", sebutnya.



Lebih jauh disampaikannya, tantangan Pemerintah Daerah hari ini bukan hanya  bicara jumlah faskes, tapi kualitas pelayanan yang paling utama. Jadi kata kunci yang seharusnya diperjuangkan adalah upaya peningkatan kualitas pelayanan.



"Mari kita gas bersama sama, sukseskan PIN Polio", ajaknya di depan para ASN dan petugas kesehatan. Harapan saya pada tanggal 23 Juli itu, kita semua guyub mendukung suksesnya PIN Polio",imbuh Pj Bupati yang familiar disapa Kak Ofik itu. 



Ditempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur, Fathurrahman menekankan betapa efektifnya imunisasi dalam mencegah serangan virus polio.



Merespon terkait adanya keraguan dalam masyarakat terkait status halal vaksin polio, Fathurrahman menegaskan bahwa vaksin tersebut sudah melewati serangkaian proses uji. Mulai dari lembaga kesehatan hingga lembaga keagamaan sepertinya Majelis Ulama Indonesia (MUI).



"Kalau prosesnya sudah begitu artinya tidak ada yang perlu diragukan lagi," tuturnya.



Ia menjabarkan Polio sendiri merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus Polio. Polio dapat menyebabkan kelumpuhan permanen dan bahkan kematian akibat gagal atau lumpuhnya sistem pernapasan.



Oleh karenanya, semua lapisan masyarakat perlu mewaspadai timbulnya penyakit tersebut sebagai ancaman. Pasalnya, Polio merupakan penyakit menular dan berdampak besar dan panjang bagi kesehatan. (red