Thursday, June 27, 2024, June 27, 2024 WIB
Last Updated 2024-06-28T06:45:37Z
Lombok TimurNewsNTBPendidikan

Dikbud Lotim Klarifikasi Soal Tabungan Siswa Yang Tidak Jadi Dipinjam SDN 2 Kalijaga.

Advertisement
Photo Sekretaris Dinas Dikbud Lotim Yulian Ugi Lusianto. SE.M.Eng Jum'at (28/06/2024).


Lombok Timur - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Lombok Timur melalui Sekretaris Dinas (Sekdis) membenarkan adanya rencana peminjaman sejumlah uang tabungan Siswa SDN 2 Kalijaga Kecamatan Aikmel.



"Memang benar info itu, kalau digunakan memang belum digunakan cuman baru rencana meminjam dengan jumlah uang 87 juta rupiah, tapi kan tidak jadi", ungkap Sekdis Dikbud, Yulian Ugi Lusianto, SE., M.Eng. diruangannya, Jum'at (28/06/2024).



Sekdis Dikbud Lotim menyatakan bahwa Tabungan Siswa tersebut sudah dikembalikan mengingat ada sejumlah Orang Tua/Walimurid yang tidak menyetujui kalau tabungan anaknya dipinjam 1/4-nya untuk keperluan sekolah.



"Pada hari Rabu, 26 Juni 2024 pagi, kami sudah memanggil Kepala Sekolah dan Bendahara Sekolah untuk menanyakan informasi peminjaman Uang Tabungan Siswa itu", tambahnya.



Adapun kronologis rencana peminjaman Tabungan Siswa tersebut bermula dari penuturan Ibu Khadijah, S.Pd. selaku Kepala Sekolahnya. Diawal Tahun 2023, ada 12 rombongan belajar sementara ruang kelas yang tersedia hanya 10 ruang kelas. Sisanya 2 ruang sebagai tempat belajar terpaksa harus menggunakan Musholla dan Perpustakaan.



Dimana, pada saat penerimaan Siswa baru di pertengahan Tahun 2023 lalu, Sekolah SDN 2 Kalijaga menerima siswa lebih banyak karena antusias warga yang berkeinginan menyekolahkan putra putrinya di SDN 2 Kalijaga. Sehingga sekolah masih kekurangan 1 ruang belajar.



"Lulus 2 rombongan belajar yakni kelas 6 tapi nambah 3 rombongan belajar lagi pada saat penerimaan Siswa baru. Jadinya sekolah kekurangan 1 ruang kelas. Itung-itungannya, 12 rombongan belajar dikurangi 2 kelas 6 tapi bertambah 3 rombongan belajar kelas 1 jadi total 13 rombongan belajar, "bebernya.



Melihat kondisi itu, pihak sekolah bersama Komite Sekolah dan semua wali murid mengadakan rapat/musyawarah agar 2 rombongan belajar kelas 1 yang bertempat di Musholla tidak berdesakan dalam kegiatan belajarnya. Dari hasil rapat komite dan wali murid ditemukan kata sepakat untuk dibangun 1 ruang kelas baru dengan total biaya pembangunan sekitar Rp 87.000.000.



"Uang sebesar Rp 87.000.000 tersebut masih hutang, yang rencananya akan dicicil beberapa tahap melalui dana BOS", imbuh Yulian Ugi.



Ia menambahkan, pada saat pembagian Buku Tabungan Siswa, sudah diadakan rapat melibatkan Komite Sekolah, Kadus, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan semua Walimurid. Hasil rapat menyatakan bahwa akan ada rencana peminjaman Tabungan Siswa sejumlah seperempat dari tabungan siswa masing-masing.



Artinya dari penuturan Ketua Komite Sekolah, Kadus, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan wali murid Kelas 1 sampai kelas 5 bersepakat. Dari 246 wali murid hanya sekitar 6 wali murid yang tidak setuju dan meminta tabungan anaknya diterima penuh. Pihak sekolah pun sudah mengamini dan mempersilahkan yang bersangkutan untuk mengambil tabungan anaknya semuanya tanpa dipinjam.



"Disitu kan ada dua pilihan, bagi yang mau tabungan anaknya dipinjam, uang akan di kembalikan bulan September mendatang setelah dana BOS Tahap ke II keluar. Namun bagi yang tidak mau tidak ada paksaan dan akan diberikan penuh tanpa potongan pinjaman pada saat pembagian Raport siswa", tuturnya.



Yulian Ugi menyebut rencana peminjaman tersebut adalah murni hasil kesepakatan semua Walimurid bersama pihak sekolah dan Komite Sekolah serta keterwakilan 3 Kepala Wilayah Dusun di Kalijaga.



Namun, pihak sekolah kemudian berubah pikiran, demi menjaga harmonisasi pihak sekolah dan orang tua atau wali murid, pada hari Rabu siang, tanggal 26 Juni 2024 uang tabungan Siswa yang rencananya akan dipakai untuk mengganti Biaya pembangunan satu ruang kelas tersebut dikembalikan lagi.



"Iya kami di satuan pendidikan lebih menjaga bagaimana sekolah sekolah kita bisa aman dan harmonis dengan semua orang tua/Walimurid", urainya.



Saat ditanya upaya pengembalian uang biaya Pembangunan ruang kelas baru sebesar Rp 87.000.000 tersebut, Dikbud meminta Kepala Sekolah agar menganggarkannya secara bertahap melalui dana BOS SDN 2 Kalijaga.



Pada hari Kamis pagi tanggal 27 juni 2024 Ketua Komite Sekolah, Kepala Dusun, Tokoh Masyarakat dan beberapa perwakilan walimurid datang ke Dinas dan ditemui langsung oleh Pak Kadis, Sekretaris dan Kabid Pembinaan SD di ruangan Kepala Dinas, menyampaikan bahwa permasalahan di SDN 2 Kalijaga sudah selesai dan tidak ada masalah lagi dengan uang tabungan siswa.



Ditempat terpisah Kepala SDN 2 Kalijaga yaitu Ibu Khadijah, S.Pd. saat dikonfirmasi Media ini membenarkan bahwa pihak sekolah tidak jadi meminjam Tabungan Siswanya untuk melunasi biaya Pembangunan satu ruang kelas tersebut.



"Kami putuskan untuk tidak jadi meminjam Tabungan Siswa karena menjaga nama harmonisasi pihak sekolah dengan Walimurid. Walaupun hanya beberapa saja yang tidak setuju. Uang tabungan Siswa sudah kami kembalikan semua kepada siswanya full tanpa pinjaman ", pungkasnya.


Terkait Biaya pembangunan 1 ruang kelas tambahan yang masih belum selesai tersebut, lanjut Khadijah akan disiasati dari BOS Tahap ke-dua.


"Kami boleh menganggarkan biaya perbaikan sesuai kemampuan sekolah yg rencananya akan kami pakai utk melanjutkan bangunan yg belum selesai 100 persen itu nanti di pencairan BOS tahap 2 ini. Termasuk juga untuk ruang sementara itu karena belum selesai", jelasnya.


Dari informasi yang media ini peroleh, Sekolah SDN 2 Kalijaga Tahun ini mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik kurang lebih sebesar 2,3 Miliar rupiah yang diperuntukan untuk membangun :

1. Rehap Ruang Kelas sebanyak 8 ruangan;

2. Rehap Toilet/Jamban 1 ruangan;

3. Rehap Perpustakaan 1 ruangan;

4. Pembangunan Ruang Kelas Baru 2 ruangan;

5. Pembangunan Ruang Guru 1 ruangan;

6. Pembangunan Ruangan Laboratorium Komputer 1 ruangan. (red)