![]() |
| Sekda Lombok Timur Dr.Drs.H.M.Juaini Taofik (Kiri) dan Gas LPG Kosong di Salah Satu Kios Di Selong (Kanan). |
Lombok Timur (NTB) — Pemerintah Kabupaten Lombok Timur mengambil langkah cepat untuk menanggulangi kelangkaan gas LPG 3 kilogram yang sempat terjadi di sejumlah wilayah dalam beberapa hari terakhir. Bersama Pertamina, pemerintah memastikan tambahan pasokan gas subsidi mulai disalurkan sejak Senin (6/4/2026).
Sekretaris Daerah Lombok Timur, Dr.Drs.H. M. Juaini Taofik M.Ap, mengatakan percepatan distribusi ini dilakukan sebagai respons atas banyaknya laporan masyarakat terkait kesulitan memperoleh LPG 3 kilogram di tingkat pengecer maupun pangkalan.
“Langkah ini merupakan bentuk respon cepat pemerintah terhadap keluhan masyarakat yang kesulitan mendapatkan LPG dalam beberapa hari terakhir,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah tidak hanya menambah volume pasokan, tetapi juga melakukan pembenahan pada sistem distribusi agar penyaluran lebih efektif dan merata di seluruh wilayah Lombok Timur.
Menurut Juaini, perbaikan sistem distribusi menjadi langkah penting agar LPG bersubsidi benar-benar tepat sasaran dan tidak terjadi penumpukan di wilayah tertentu, sementara daerah lain mengalami kekurangan.
Penambahan suplai LPG dilakukan dalam jumlah besar untuk menutup kekurangan yang sebelumnya terjadi. Dengan adanya tambahan tersebut, pemerintah optimistis kondisi pasokan di lapangan dapat segera kembali normal.
Sebagai langkah awal, distribusi tambahan difokuskan pada wilayah yang paling terdampak, yakni Kecamatan Pringgasela, Lenek, Aikmel, dan Wanasaba. Keempat wilayah tersebut diprioritaskan karena tingginya kebutuhan masyarakat serta laporan kelangkaan yang cukup signifikan.
Selain itu, pemerintah daerah juga terus melakukan koordinasi intensif dengan seluruh kecamatan di Lombok Timur guna memastikan distribusi tahap berikutnya berjalan lancar dan merata.
Pemkab Lombok Timur berharap upaya percepatan ini mampu mengatasi kelangkaan LPG 3 kilogram secara menyeluruh, sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dalam waktu dekat dan distribusi kembali stabil. (DN)
