![]() |
Foto Bersama Penyerahan Sertifikat Kepada Instansi Terkait Yang Mendukung Program YGSI. Di Rupatama 2 Kantor Bupati Lombok Timur. Jum'at, (29/8). |
Lombok Timur – Wakil Bupati Lombok Timur, H. Edwin Hadiwijaya, memberikan apresiasi tinggi terhadap program Yayasan Gemilang Sehat Indonesia (YGSI) yang fokus pada pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Menjelang berakhirnya program tersebut, Wabup menegaskan pentingnya capaian dan realisasi kegiatan YGSI untuk dijadikan acuan serta contoh bagi desa-desa lain yang belum tersentuh program serupa.
“Saya mengapresiasi seluruh peserta, baik dari tingkat desa hingga kecamatan, serta menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam program ini. YGSI telah memberikan program yang luar biasa untuk masyarakat Lombok Timur,” ungkapnya, Jumat, (29/08/2025)
Menurutnya, kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan ancaman serius yang tidak hanya merusak mental, tetapi juga masa depan generasi penerus bangsa. Karena itu, Wabup meminta jajaran terkait untuk menginventarisasi seluruh NGO yang berkontribusi dalam program perlindungan perempuan dan anak agar sinergi dapat terus diperkuat.
Wabup juga menilai bahwa strategi YGSI yang menyasar masjid melalui edukasi dalam khutbah Jumat sangat tepat.
“Edukasi bukan hanya penting bagi anak, tetapi juga bagi orang tua agar kesadaran bersama dapat tumbuh,” jelasnya.
Ia menambahkan, keberhasilan program tidak ditentukan oleh banyaknya anggota, melainkan kekompakan dan kesatuan tujuan. Karena itu, replikasi kegiatan di desa-desa lain harus terus digencarkan sebagai bentuk keberlanjutan untuk mewujudkan generasi emas Indonesia.
Selain itu, digitalisasi juga dianggap penting mengingat program YGSI menyasar generasi milenial yang dekat dengan teknologi.
“Dengan memanfaatkan digitalisasi, pesan dan edukasi bisa lebih cepat sampai kepada anak-anak muda,” tegas Wabup.
Dengan berbagai capaian tersebut, Wabup berharap program YGSI dapat menjadi inspirasi sekaligus role model dalam upaya perlindungan perempuan dan anak, tidak hanya di Lombok Timur, tetapi juga di daerah lain.
Sementara itu, Kepala Dinas DP3AKB H.Ahmat menyampaikan keberadaan YGSI sangat membantu terhadap upaya pencegahan Perkawinan Anak dan kekerasan seksual anak. Keberadaannya selama 5 tahun sudah mulai terlihat dampak positifnya bagi desa dan sekolah yang menjadi intervensi atau sasaran kegiatan. Iapun berharap YGSI masih bisa kembali membantu Pemerintah Daerah dalam upaya memberikan edukasi kepada anak anak remaja, guru guru, tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat yang ada di Lombok Timur sehingga perkawinan anak dan kekerasan seksual anak bisa diminimalisir.
" Tentu kita berharap YGSI bisa kembali hadir walaupun dengan merek atau nama yang berbeda, karena sebagai instansi yang banyak berkecimpung menangani aneka permasalahan anak - anak, kami merasa terbantu", ungkapnya.
Sebelumnya, perwakilan YGSI Saprudin, dalam paparannya menyampaikan hal yang menjadi capaian kinerja YGSI selama 5 tahun berkontribusi di Kabupaten Lombok Timur.
"Kami coba mendorong di 2 level di desa dan kabupaten. Di Level desa, kami sudah mendorong penetapan Perdes dan sudah di inisiasi oleh Kepala Desa terkait. Di level Kabupaten Alhamdulillah kami sudah dapatkan Perda tentang perlindungan perempuan dan anak pada tahun 2024", terangnya.
Ia menambahkan, dari Tahun 2021 sampai 2025, YGSI sudah memberikan intervensi kepada sekitar 5.158 siswa untuk mendapatkan pengetahuan tentang HKSR melalui Pendidikan Kesehatan Reproduksi dan Seksual menggunakan modul SETARA (Semangat Dunia Remaja) dan Pelatihan Advokasi Anggaran Desa. Melibatkan 56 Sekolah Menengah Pertama (SMP).
"Kami juga melatih 56 guru untuk bagaimana melatih HKRS melalui modul SETARA", imbuhnya.
Saprudin juga menyampaikan beberapa capaian kinerja YGSI lainnya sembari berharap apa yang sudah ditelurkan bisa membawa manfaat bagi anak-anak, para remaja dan orang tua. Sehingga bisa ditularkan kepada teman temannya di sekolah akan bahaya perkawinan anak dan juga kekerasan seksual anak.
Acara dihadiri Dinas atau Instansi terkait, Camat Kecamatan Jerowaru, Siswa dari Sekolah - sekolah dan empat Desa yang menjadi intervensi, beberapa mitra YGSI dan sejumlah awak media. (*DN)
No comments:
Post a Comment