DurasiNTB

Lugas & Fakta

Iklan

terkini

PLN Kini Hadir, PLTMH Karang Petak Masih Eksis Layani 43 KK dan Terangi Fasilitas Umum.

Wednesday, November 4, 2026, November 04, 2026 WIB Last Updated 2026-11-05T01:54:58Z
Lalu Sapardi, Kepala Dusun Karang Petak yang Juga Penanggung Jawab PLTMH Cahaya Mandiri. (Dok.Suyatna).


LOMBOK TIMUR – Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) di Dusun Karang Petak, Desa Aikmel Utara, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur, masih bertahan dan dimanfaatkan masyarakat meskipun jaringan listrik PLN telah menjangkau wilayah tersebut.


Pembangkit berbasis tenaga air itu saat ini memiliki kapasitas daya yang dapat dimanfaatkan sekitar 15 kilowatt (kW) dan masih melayani sekitar 43 kepala keluarga (KK) di Dusun Karang Petak dan Dusun Akar.


Kepala Dusun Karang Petak, Lalu Sapardi, mengatakan PLTMH tersebut dirintis sejak 2008 menggunakan dana pribadi. Saat itu, wilayahnya belum terjangkau listrik PLN, sementara kebutuhan masyarakat terhadap penerangan cukup tinggi.


"Jadi ceritanya panjang, pada 2008 saya bangun dengan dana pribadi. Waktu itu Dusun Karang Petak belum ada listrik. Masyarakat sangat menginginkan penerangan, sehingga saya merasa ikut bertanggung jawab untuk bisa melayani kebutuhan warga," ungkapnya saat ditemui wartawan DurasiNTB.com, dikediamannya pada 4 November 2026.


Berbekal pengetahuan otodidak, Sapardi merakit pembangkit sederhana dengan kapasitas awal sekitar 3 kW. Pengembangannya kemudian mendapat perhatian pemerintah daerah. Pada 2010, PLTMH memperoleh bantuan Rp 50 juta setelah Bupati Lombok Timur saat itu, H. Sukiman Azmy, meninjau lokasi.


Selanjutnya, pembangkit tersebut kembali mendapat dana hibah sekitar Rp 700 juta dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Pembangunan unit melalui bantuan tersebut dilakukan pada 2012 dan mulai beroperasi sekitar Desember tahun yang sama dengan kapasitas awal mencapai 25 kW.


Namun, kapasitas daya yang dapat dimanfaatkan saat ini menurun menjadi sekitar 15 kW karena sebagian debit air digunakan untuk kebutuhan jaringan perpipaan air bersih.


Masuknya jaringan PLN sekitar 2012 turut memengaruhi jumlah pelanggan karena sebagian beralih menikmati layanan PLN. Saat ini, pendapatan kotor PLTMH untuk biaya operasional rata-rata sekitar Rp 800 ribu per bulan dari iuran pelanggan berdasarkan pemakaian listrik melalui kWh meter. 


Meski demikian, Mik Adi sapaan akrabnya, tetap mempertahankan pembangkit tersebut karena masih memberikan manfaat bagi masyarakat. Selain melayani pelanggan rumah tangga, listrik PLTMH juga dimanfaatkan secara gratis untuk penerangan jalan, masjid, musala, dan tempat anak-anak mengaji.


"Kini pendapatan bukanlah menjadi orientasi utama, karena bagaimanapun saya yang mengawali pembangunan PLTMH ini, sekalipun pendapatannya kurang, tetap kita usahakan agar bisa berjalan," katanya.


Rasa memiliki membuatnya bersama anggota lainnya yang tergabung dalam lembaga Sinar Mandiri tetap eksis. Ia pun berkomitmen untuk tidak menjadikan PLTMH yang dirintisnya dari nol menjadi ladang usaha namun lebih kepada daya yang bisa dijadikan cadangan manakala PLN padam.


"Ini lebih kepada cadangan bagi pengguna PLN juga selain seperti niat awal saya sebagai Kepala Dusun yakni murni ingin membantu kebutuhan warga", imbuhnya.


Menurutnya, selama ini keberadaan PLTMH juga tidak mengganggu kebutuhan irigasi pertanian. Sistem pembangkit hanya memanfaatkan tenaga aliran air untuk menggerakkan turbin, sedangkan airnya tetap dialirkan sebagaimana biasanya.


"Airnya tetap mengalir seperti biasa. Kita hanya mengambil tenaganya. Kalau ada pasir atau sampah yang terbawa aliran air, kita saring dan bersihkan supaya tidak mengganggu saluran irigasi masyarakat," jelasnya.


Ia berharap, PLTMH Karang Petak tetap dipertahankan meskipun PLN telah hadir. Baginya, pembangkit tersebut bukan sekadar sumber energi alternatif, melainkan hasil swadaya masyarakat yang telah memberikan manfaat sejak sebelum jaringan listrik negara menjangkau wilayah tersebut.


"Walaupun PLN sudah masuk, PLTMH ini tetap kami akan lestarikan karena bagaimanapun juga masih sangat membantu masyarakat, terutama untuk penerangan jalan dan tempat ibadah. Yang terpenting pembangkit ini tetap bisa berjalan dan memberikan manfaat," tutupnya. (DN_1)


Wartawan/Editor: Suyatna 

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • PLN Kini Hadir, PLTMH Karang Petak Masih Eksis Layani 43 KK dan Terangi Fasilitas Umum.

Terupdate

Topik Populer

Iklan