![]() |
| Bupati Lombok Timur H.Haerul Warisin Saat Jumpa Pers Di Halaman Kantor Bupati Usai Sholat Istisqa', Kamis (8/10). |
SELONG — Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menggelar salat Istisqo atau salat memohon hujan di halaman Kantor Bupati Lombok Timur, Kamis (8/10). Salat tersebut dilaksanakan sebagai ikhtiar bersama memohon pertolongan dan rahmat Allah SWT di tengah kondisi kekeringan dan kekurangan air yang melanda sejumlah wilayah.
Salat Istisqo diikuti Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin, Sekretaris Daerah H. Muhammad Juaini Taofik, seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta jamaah dari kalangan karyawan Pemkab Lombok Timur.
TGH. Muhayyan bertindak sebagai imam, sedangkan khutbah disampaikan TGH. Khusyairi.
Bupati H. Haerul Warisin mengatakan, pelaksanaan salat Istisqo merupakan wujud ketundukan sekaligus ikhtiar untuk memohon kepada Allah SWT agar Lombok Timur diberikan hujan yang cukup.
“Hari ini kita sujud bukan dengan kesombongan, tetapi dengan ketundukan; bukan dengan kekuatan, tetapi dengan mengakui kelemahan di hadapan Allah Swt. Salah satu bagian utama dari hujan adalah rahmat dari Allah,” ujarnya.
Ia mengajak masyarakat menjadikan kondisi kekeringan sebagai momentum untuk melakukan muhasabah. Menurutnya, ketika hujan belum turun, masyarakat perlu merenungkan kondisi yang sedang dihadapi dengan memperbanyak istighfar, memperbaiki hubungan dengan sesama, hubungan dengan Allah SWT, serta hubungan dengan alam.
Bupati menyebut hal tersebut sejalan dengan Al-Qur'an Surah Nuh ayat 10–11 yang mengajarkan pentingnya memohon ampun atau ber istighfar kepada Allah SWT sebagai salah satu jalan memperoleh pertolongan dan rahmat-Nya.
“Maka aku berkata (kepada mereka), ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia Maha Pengampun, niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat kepadamu’,” demikian makna ayat tersebut.
Menurut Bupati, menghadapi kesulitan seperti kekeringan membutuhkan kesabaran dan introspeksi diri dengan memperbanyak istighfar serta memohon ampunan kepada Allah SWT.
“Hari ini salat Istisqo. Mari kita memohon dengan hati yang bersih, dengan ketundukan, dan dengan mengakui kelemahan kepada Allah agar Allah semata menurunkan hujan sesuai yang diharapkan,” ajaknya.
Ia menegaskan, persoalan air tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan sehari-hari, tetapi menyangkut kehidupan masyarakat secara luas. Terlebih, banyak masyarakat Lombok Timur yang menggantungkan kehidupan pada sektor pertanian.
“Berbicara tentang air berarti berbicara tentang kehidupan,” kata Bupati.
Karena itu, Pemerintah Daerah Lombok Timur, lanjutnya, akan terus melakukan berbagai langkah dan berupaya membantu masyarakat dalam menghadapi kondisi keterbatasan ketersediaan air.
Selain meminta masyarakat memperbanyak doa dan istighfar, Bupati juga mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Masyarakat diminta tidak membuang sampah sembarangan, tidak merusak hutan dan sumber mata air, serta menggunakan air secara bijak.
“Menjaga alam adalah bagian dari amanah,” tegasnya.
Bupati berharap momentum salat Istisqo tidak hanya dimaknai sebagai ikhtiar untuk meminta turunnya hujan, tetapi juga menjadi momentum memperbaiki diri, memperbanyak istighfar, memperbanyak sedekah, saling memberi, serta meninggalkan berbagai perbuatan yang dapat mendatangkan kemurkaan Allah SWT.
Sementara itu, TGH. Khusyairi dalam khutbahnya mengingatkan jamaah agar senantiasa bersabar dan memperbanyak istighfar ketika menghadapi musibah.
Ia mengajak seluruh jamaah melakukan muhasabah serta memohon ampun kepada Allah SWT atas segala dosa dan kesalahan.
Usai pelaksanaan salat dan khutbah, jamaah diajak terus meningkatkan ketakwaan, memperbaiki diri, serta menjaga lingkungan sebagai bagian dari ikhtiar bersama menghadapi kekeringan dan keterbatasan air di Kabupaten Lombok Timur. (*)
