![]() |
| Peternak Suhermandan Sapi Simental Miliknya dengan Bobot Berat Hampir 1 Ton. |
LOMBOK TIMUR — Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto membeli seekor sapi jenis simental milik peternak asal Desa Tirtanadi, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), untuk dijadikan hewan kurban.
Sapi milik Suherman, warga Desa Tirtanadi, tersebut memiliki bobot mencapai 952,5 kilogram dengan nilai pembelian sebesar Rp 80 juta. Hewan ternak itu dibeli melalui Sekretariat Negara setelah dinyatakan memenuhi syarat kesehatan dan kelayakan sebagai hewan kurban presiden.
Suherman mengaku mendapat kabar bahwa sapi miliknya dipilih sebagai hewan kurban Presiden RI beberapa hari lalu setelah dihubungi langsung oleh pihak Sekretariat Negara.
"Saya dihubungi langsung oleh Sekretariat Negara beberapa hari yang lalu. Sapi ditimbang di pasar ternak Masbagik dan dikirim sampel darahnya untuk memastikan bahwa sapi ini dalam kondisi layak untuk dikurbankan,"ujar Suherman, Kamis (14/5).
Ia menjelaskan, sapi tersebut telah dipeliharanya selama kurang lebih dua setengah tahun. Awalnya, sapi itu dibeli dengan harga sekitar Rp20 juta, kemudian dirawat secara intensif hingga tumbuh menjadi sapi berbobot hampir satu ton.
"Saya beli sapi ini dua tahun yang lalu dengan harga Rp20 juta dan saya sangat bersyukur sekali tahun 2026 ini sapi saya akan dikurbankan pada Hari Raya Kurban atas nama Bapak Presiden RI," katanya.
Menurut Suherman, terpilihnya sapi miliknya menjadi hewan kurban presiden merupakan kebanggaan sekaligus berkah bagi dirinya dan keluarga. Ia mengaku semakin termotivasi untuk mengembangkan usaha peternakan yang selama ini digelutinya.
Ia berharap program pembelian hewan kurban dari peternak lokal dapat terus dilakukan setiap tahun karena memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat.
"Ini sangat membantu perekonomian kami dan membuat kami semakin semangat beternak sapi," ungkapnya.
Saat ini, Suherman memiliki tujuh ekor sapi di kandangnya. Dari seluruh ternak yang dipeliharanya, sapi simental yang dipilih Sekretariat Negara menjadi sapi dengan ukuran dan bobot paling besar.
Selain menjadi kebanggaan bagi Suherman, pembelian sapi kurban oleh Presiden RI juga dinilai membawa dampak positif bagi peternak lokal di Lombok Timur. Hal tersebut menunjukkan bahwa kualitas ternak daerah mampu bersaing dan memenuhi standar nasional untuk kebutuhan hewan kurban presiden.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lombok Timur melalui Kepala Bidang (Kabid) Peternakan drh.Zulfan Ashri saat dikonfirmasi mengatakan, pemilihan lokasi berdasarkan arahan pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Kepala Daerah setempat. Untuk Kabupaten Lombok Timur, sapi kurban Presiden RI tersebut rencananya akan disembelih di Pringgabaya.
"Lokasinya di Masjid Besar Jamiul Khair, Dusun Karang Kapitan, Desa Pringgabaya, Kec.Pringgabaya pada Hari Raya Idul Adha mendatang ", terangnya.
Ia menambahkan, Sapi Simental milik Suherman terpilih setelah dilakukan penimbangan dengan beberapa sapi lainnya di Pasar Hewan Masbagik. Mengacu kepada Surat edaran Gubernur NTB nomor 400.8/18a/Gub.12/2026 perihal Data Masjid Penerima Bantuan Kemasyarakatan Presiden RI berupa Sapi.
"Memang dari hasil penimbangan, Sapinya Pak Suherman dari Desa Tirtanadi yang paling berat, bobotnya mendekati 1 Ton, dari hasil pemeriksaan tersebut dinyatakan sehat dan layak untuk di kurban," tandasnya. (DN)
